LPG 3 Kg di Penaraga dan Tanjung Diduga Dijual di Atas HET, Warga Keluhkan Harga Tembus Rp60 Ribu
KOTA BIMA – Keluhan masyarakat terkait tingginya harga LPG subsidi 3 kilogram (gas melon) kembali mencuat di Kota Bima. Warga Kelurahan Penaraga dan Kelurahan Tanjung mengaku kesulitan memperoleh LPG 3 Kg dengan harga normal karena diduga adanya penjualan oleh pengecer dengan harga jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Informasi yang diterima Metromini Media dari sejumlah warga menyebutkan, di wilayah Kelurahan Penaraga terdapat keluhan bahwa LPG 3 Kg dijual oleh pengecer dengan harga berkisar Rp25 ribu hingga Rp35 ribu per tabung.
Salah seorang sumber berinisial Mlk, dalam keterangannya kepada Metromini Media pada 19 Juni 2026, menyampaikan bahwa tingginya kebutuhan masyarakat membuat gas sering sulit diperoleh, sementara ada pengecer yang menjual dengan harga mahal.
Sementara itu, berdasarkan keterangan sumber lainnya berinisial AT yang diterima Metromini Media melalui percakapan WhatsApp Jumat (19 Juni 2026), warga di wilayah Kelurahan Tanjung mengaku ada yang membeli LPG 3 Kg dengan harga mencapai Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per tabung akibat sulitnya mendapatkan stok gas.
Selain itu, keluhan serupa juga muncul melalui unggahan akun media sosial Wakil Rakyat pada 19 Juni 2026 yang menyoroti dugaan lemahnya pengawasan terhadap penjualan LPG 3 Kg di wilayah Penaraga.
Masyarakat meminta Pemerintah Kota Bima, Dinas Koperindag, aparat terkait, serta pihak Pertamina untuk turun langsung melakukan pengawasan terhadap distribusi LPG subsidi agar penyalurannya tepat sasaran dan tidak terjadi penjualan dengan harga yang merugikan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak pemerintah, agen, pangkalan LPG, dan pihak terkait lainnya untuk mendapatkan penjelasan dan klarifikasi. (RED)
