Wereng Jagung Serbu Kota Bima, BRIN: Ancaman Nyata bagi Panen, Bukan Manusia

 


#KOTA BIMA — Serangan serangga terbang yang meresahkan warga Kota Bima akhirnya teridentifikasi. Peneliti BRIN memastikan hama tersebut adalah wereng jagung Dalbulus maidis, yang dalam beberapa pekan terakhir populasinya terus meningkat hingga masuk ke area permukiman.

Meski memicu kekhawatiran, BRIN menegaskan: hama ini tidak berbahaya bagi manusia.;

Ancamannya justru serius bagi tanaman jagung.

Peneliti BRIN, Dr. Suryani, menjelaskan wereng ini berperan sebagai vektor penyakit kompleks “corn stunt”. Dampaknya tidak main-main—tanaman bisa mengalami kerdil, klorosis, hingga gagal panen. Dalam kondisi endemik, kerugian bahkan bisa menembus lebih dari 50 persen.

#Masalahnya bukan sekadar gigitan. Wereng ini menyebarkan patogen berbahaya seperti Spiroplasma kunkelii, maize bushy stunt phytoplasma, dan maize rayado fino virus. 

Kombinasi inilah yang membuat serangan menjadi sulit dikendalikan.

Dengan siklus hidup cepat dan kemampuan reproduksi tinggi, D. maidis mudah berkembang di iklim tropis seperti Bima—terutama jika tanaman jagung tersedia sepanjang tahun.

#FF baktor Pemicu Meluasnya Serangan:

#Pola tanam tidak serempak- #Pergerakan benih antar wilayah

#Perubahan iklim (kenaikan suhu)

#Penggunaan insektisida tidak selektif yang mematikan musuh alam

BRIN menekankan, langkah awal yang krusial adalah memastikan identifikasi spesies secara akurat. 

Salah diagnosis, salah penanganan. Langkah Pengendalian yang Direkomendasikan:

- Tanam serempak dan rotasi tanaman

-;Sanitasi lahan untuk menekan sumber penyakit

-:Gunakan varietas jagung tahan

- Manfaatkan agen hayati seperti Beauveria bassiana dan Metarhizium anisopliae

#Monitoring rutin tiap 1–2 minggu sejak tanam

Jika populasi melebihi ambang kendali (lebih dari 5 imago per tanaman), penyemprotan insektisida bisa dilakukan—namun harus selektif dan bijak untuk mencegah resistensi.

Bahan aktif seperti imidacloprid dan nitenpyram disebut efektif, dengan waktu aplikasi terbaik pagi atau sore hari saat aktivitas wereng tinggi. 

Langkah terakhir, yang sering diabaikan tapi penting: cabut dan musnahkan tanaman yang sudah terinfeksi untuk memutus rantai penyebaran.

Intinya: Ini bukan sekadar gangguan serangga biasa. Jika dibiarkan, wereng jagung bisa menggerus produksi pangan secara serius.

Media Metromini mencatat—respon cepat, tepat, dan berbasis ilmu jadi kunci. Kalau lambat, petani yang paling dulu merasakan dampaknya.(#RED/AI/ Mawardy)


#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #WerengJagung #KotaBima #BRIN #Pertanian #Jagung #HamaTanaman

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url