Petani Jagung Tewas Diduga Digigit Ular di Tololai Ambalawi

 


#BIMA — Duka menyelimuti warga Desa Tololai, Kecamatan Ambalawi. Seorang petani jagung dilaporkan meninggal dunia setelah diduga digigit ular saat beraktivitas di kebun, Rabu siang (22/4/2026).

Peristiwa tragis ini terjadi di tengah musim panen jagung yang saat ini tengah berlangsung di wilayah Bima. Korban diketahui sedang berada di area ladang ketika insiden tersebut terjadi. Kondisi lahan pertanian yang rimbun dan minim perlindungan menjadi faktor tingginya risiko kemunculan hewan berbisa, termasuk ular.

Informasi yang beredar di media sosial juga memperlihatkan suasana duka di rumah korban, sementara seekor ular yang diduga menjadi penyebab gigitan berhasil ditemukan warga di sekitar lokasi kejadian.

Kejadian ini sontak memicu keprihatinan masyarakat. Sebelumnya, warga telah saling mengingatkan agar petani lebih berhati-hati saat turun ke kebun, terutama dengan menggunakan pelindung kaki seperti sepatu boot guna menghindari risiko gigitan.

Namun, peringatan itu tak cukup menyelamatkan korban.

#Sorotan Keras

Peristiwa ini bukan sekadar musibah, tapi alarm keras. Di tengah besarnya produksi jagung Bima yang terus meningkat, aspek keselamatan petani masih kerap diabaikan. 

Padahal, aktivitas di lahan pertanian menyimpan risiko nyata yang bisa merenggut nyawa kapan saja.

Pemerintah daerah tidak boleh tinggal diam. Edukasi keselamatan kerja, termasuk penanganan darurat gigitan ular, harus menjadi program nyata, bukan sekadar imbauan musiman. Jangan tunggu korban berikutnya. (#RED/AI/Mawardy)


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia

#BeraniDanLugas

#Bima

#Ambalawi

#Tololai

#PetaniJagung

#GigitanUlar

#KeselamatanPetani

#SorotanPublik

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url