HADIR DI FESTIVAL RIMPU MANTIKA NTUMBU TUTA: ATRAKSI ADU KEPALA YANG BIKIN MERINDING, BUKAN SEKADAR GIMMICK

 


#BIMA — Masih ada yang meragukan keaslian atraksi Ntumbu Tuta atau yang dikenal sebagai “adu kepala”? Jawabannya tegas: ini bukan pura-pura. Ini nyata.

Atraksi budaya khas Bima ini kembali akan ditampilkan secara langsung pada 24 April 2026 dalam Festival Rimpu Mantika, yang digelar di halaman Asi Mbojo.

Bagi yang masih mengira ini sekadar “gaya-gayaan”, bersiaplah untuk membuktikan sendiri. Para pemain Ntumbu Tuta benar-benar saling menyeruduk kepala, menghasilkan bunyi benturan yang terdengar jelas—bukan efek suara, bukan rekayasa.

Penonton bahkan disarankan untuk berdiri lebih dekat saat atraksi berlangsung. Bukan tanpa alasan. Dari jarak dekat, publik bisa melihat langsung ekspresi, teknik, hingga mendengar dentuman keras dari adu kepala yang selama ini hanya jadi perdebatan.

Tradisi ini bukan sekadar tontonan ekstrem, tapi bagian dari warisan budaya yang sarat makna—tentang keberanian, ketahanan fisik, dan identitas lokal masyarakat Bima. 

Namun di sisi lain, atraksi ini juga kerap memancing kontroversi: antara pelestarian budaya dan kekhawatiran soal keselamatan pemain.

Sejumlah warga yang pernah menyaksikan langsung mengaku merinding. 

“Bunyinya itu keras, bukan main. Kita yang nonton saja ikut ngilu,” ujar One, warga asal Kecamatan Wawo, Sabtu, 18 April 2026.

Festival Rimpu Mantika sendiri menjadi panggung penting untuk mengangkat kembali tradisi-tradisi lokal agar tidak hilang ditelan zaman. 

Ntumbu Tuta menjadi salah satu magnet utama yang selalu menyedot perhatian.

"Pesan kami sederhana:

Kalau masih ragu, datang. Lihat. Dengarkan sendiri.

Karena di Ntumbu Tuta, yang berbicara bukan opini—tapi benturan nyata di depan mata," tutup One, pemuda asal Desa Ntori, Wawo. (#RED/AI/Mawardy)


#MetrominiMedia

#BeraniLugas

#ntumbututa #ntorilegacy #festivalrimpumantika #bima_ntb #budayalokal #indonesiakaya #tradisiekstrem

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url