Diduga Disalahgunakan, Mobil Sampah DLH Kota Bima Angkut Jagung dari Gunung

 


#KOTA BIMA — Dugaan penyalahgunaan kendaraan dinas kembali mencuat. Kali ini, mobil sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima disebut-sebut digunakan untuk mengangkut hasil panen jagung dari wilayah pegunungan ke pemukiman warga.

Informasi ini disampaikan oleh seorang sopir truk, Ipul, yang merasa dirugikan atas praktik tersebut. Ia menyebut, setiap musim panen jagung, kendaraan operasional DLH kerap terlihat beroperasi di luar fungsi utamanya.

“Setiap tahun kejadian ini berulang. Mobil sampah justru dipakai angkut jagung dari gunung. Ini jelas mengurangi penghasilan kami sebagai sopir truk,” ungkap Ipul, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, kendaraan berpelat merah itu bahkan diduga “disewakan” kepada petani untuk mengangkut hasil panen. Padahal, secara aturan, mobil dinas seharusnya digunakan untuk kepentingan pelayanan publik, bukan aktivitas komersial.

Dalam dokumentasi yang beredar, terlihat sebuah truk berwarna kuning yang diduga kendaraan DLH berada di area perbukitan, dengan sejumlah warga memuat karung hasil panen. Aktivitas tersebut dinilai tidak sesuai dengan fungsi kendaraan pengangkut sampah.

Jika dugaan ini benar, maka praktik tersebut berpotensi melanggar aturan penggunaan aset negara. Kendaraan dinas tidak diperbolehkan digunakan untuk kepentingan pribadi atau disewakan demi keuntungan oknum tertentu.

Selain merugikan sopir truk lokal, praktik ini juga mencederai prinsip tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak DLH Kota Bima terkait dugaan tersebut.


#Catatan Redaksi:

Penyalahgunaan fasilitas negara bukan sekadar pelanggaran administratif, tetapi juga bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan publik. 

Jika dibiarkan, praktik semacam ini akan terus menggerus keadilan ekonomi masyarakat kecil. (#RED/AI/Mawardy)


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #DLHBima #MobilDinas #PenyalahgunaanWewenang #Bima #NTB #Investigasi

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url