Delapan Kepsek Disingkirkan, PGRI Bungkam: Alwi Yasin Disorot, Diam atau Berpihak?
#KOTA BIMA — Gelombang kritik publik kian menguat setelah beredarnya sebuah postingan dari akun Sobat Bima Dompu yang menyoroti pencopotan delapan kepala sekolah (kepsek) bersertifikat tanpa penjelasan yang transparan.
Dalam unggahan tersebut, kebijakan itu dipertanyakan keras. Pencopotan dinilai bukan sekadar rotasi biasa, melainkan keputusan yang menyisakan tanda tanya besar terhadap komitmen pemerintah dalam menjaga profesionalisme dan keadilan di dunia pendidikan.
Delapan kepsek yang disebut-sebut terdampak merupakan tenaga pendidik yang telah mengantongi sertifikasi dan memenuhi syarat administratif.
Namun, dalam narasi yang beredar, mereka justru disingkirkan tanpa kejelasan dasar evaluasi maupun alasan resmi yang disampaikan ke publik.
Sorotan tajam juga diarahkan kepada organisasi profesi guru, PGRI. Dalam postingan tersebut, Ketua PGRI, Alwi Yasin, dipertanyakan sikapnya yang dinilai belum menunjukkan respons terbuka terhadap persoalan ini.
“PGRI di mana? Diam bukan netral, diam itu berpihak,” demikian kutipan unggahan tersebut, Sabtu, 19 April 2026.
Pernyataan itu mencerminkan kegelisahan sebagian kalangan guru yang berharap organisasi profesi tampil sebagai garda terdepan dalam membela anggotanya.
Apalagi, keputusan yang menyangkut jabatan kepsek tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada stabilitas dan kualitas manajemen sekolah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai dasar pencopotan delapan kepsek tersebut, maupun tanggapan dari PGRI atas sorotan yang berkembang di ruang publik.
Kondisi ini menempatkan publik pada satu titik penting: menuntut transparansi, akuntabilitas, dan keberanian moral dari semua pihak yang terlibat dalam pengambilan kebijakan pendidikan.
#Catatan Redaksi:
Sumber kritik boleh berasal dari media sosial, tetapi substansinya tak boleh diabaikan. Ketika suara guru menggema dari bawah, diamnya pemangku kepentingan justru memperbesar krisis kepercayaan. (#RED/AI/Mawardy)
#BACA JUGA
LMND Turun Advokasi Kasus Mutasi Kontroversial Kepsek di Kota Bima
"Audensi Hingga Rencana Turun Aksi"
#LINK:
https://www.facebook.com/share/p/1DSuYQfiZY/
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BimaDompu #SobatBimaDompu #KepsekDicopot #PGRI #AlwiYasin #SuaraGuru #TransparansiPendidikan
