Aksi Blokir Jalan Meluas di Kabupaten Bima: Dari Woha hingga Monta, Warga Bergerak Karena Jalan Rusak

 


#KABUPATEN BIMA – Gelombang aksi blokir jalan mulai meluas di Kabupaten Bima, Kamis, 16 April 2026.

Setelah sebelumnya terjadi di Tolotenga, Desa Tenga, Kecamatan Woha yang memicu ketegangan dengan petugas karena dikendalikan dengan sedikit paksaan oleh pihak Kepolisian Polres Bima. 

Di sisi lain, pemblokiran jala terjadi di jalur Desa Tangga menuju Desa Sakuru, Kecamatan Monta. 

Namun, aksi blokade jalan di Monta memicu pro dan kontra.

Sebagian warga menilai aksi ini sebagai bentuk tekanan agar pemerintah segera memperbaiki jalan provinsi yang rusak parah. 

Namun, sebagian lainnya justru menganggap langkah tersebut merugikan masyarakat sendiri.

“Jangan blokir jalan begini. Mana panas matahari ini. Kalau begini menghambat aktivitas warga yang lain. Kalau mau protes, tunggu gubernur atau wakil gubernur datang. Yang rugi tetap masyarakat kalau blokir begini,” ujar warga pemilik akun Facebook Dyan Alexa Shop Mhu, kemarin.

Meski begitu, suara yang mendukung aksi juga tak sedikit. Warga menilai blokir jalan yang menjadi kewenangan pihak Pemerintah Provinsi NTB adalah bentuk keputusasaan setelah keluhan bertahun-tahun tak kunjung ditindaklanjuti oleh Gubernur NTB.

Sementara itu, di Tolotenga, Kecamatan Woha. Dampak blokir jalan terasa langsung. Pengguna jalan dipaksa mencari jalur alternatif yang kondisinya lebih buruk. Warga harus memutar lewat jalan kecil rusak hingga tembus ke Desa Waduwani.

Kondisi ini menegaskan satu realita bahwa kerusakan jalan di Kabupaten Bima bukan lagi sekadar keluhan, tapi sudah mengganggu aktivitas harian dan mobilitas warga.

Di tengah situasi tersebut, muncul seruan “Kalembo Ade” — ajakan dalam bahasa daerah Bima untuk saling bersabar dan lapang dada dalam menghadapi dinamika perjuangan menuntut perbaikan Jalan Provinsi ke Gubernur NTB saat ini.

"Kita harus tetap kompak dan saling peduli agar perjuangan masyarakat tidak justru saling merugikan. Semoga pihak Pemda baik di Kabupaten Bima dan di Provinsi NTB mendengar keluhan dan penderitaan warga di Monta soal kondisi jalan yang rusak," komentar warga lain di sosial media.

Dari keadaan di Kabupaten Bima saat ini. Ada satu hal yang pasti, aksi-aksi pemblokiran ini adalah alarm keras bagi pemerintah. 

Masyarakat tidak lagi sekadar mengeluh—mereka sudah bergerak. Jika tidak segera direspons dengan langkah nyata, bukan tidak mungkin aksi blokir jalan akan semakin meluas, dan kepercayaan publik terhadap pemerintah ikut terkikis. (#RED/AI/Agus)


#BACA JUGA:

JALAN TENTE–PARADO MEMANAS, TOLO TENGA BERGEJOLAK: BLOKADE JILID II RICUH, JILID III MENGANCAM


#LINK:

📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia

#BeraniDanLugas

#BimaMemanggil

#Monta

#ToloTenga

#Woha

#JalanRusak

#AksiBlokir

#KalemboAde

#NTB

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url