BLOKADE JALAN TENTE–PARADO MEMANAS, WARGA DI TOLOTENGA-WOHA BERGEJOLAK: BLOKADE JILID II RICUH, JILID III MENGANCAM
#BIMA – Gelombang protes warga atas kerusakan infrastruktur jalan di Kabupaten Bima kian meluas. Dalam aksi blokade di ruas Tente–Parado yang berujung ricuh, wargaTolotenga, Kecamatan Woha kian menyuarakan perlawanan akibat jalan rusak. Warga mengklaim perbaikan jalan provinsi ini tak tersentuh selama hampir 10 tahun oleh pemerintah.
#Aksi blokade jalan Tente–Parado Jilid II, Tegang
Saat aksi blokade jalan Tente-Parado memicu
ketegangan antara massa dan aparat penegak hukum (APH), Kamis, 16 April 2026.
Warga menghadang arus lalu lintas sebagai bentuk protes, menuntut Pemerintah Provinsi NTB segera melakukan pengaspalan jalan yang dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat.
Situasi memanas ketika aparat berupaya membubarkan massa. Dorong-dorongan sempat terjadi, meski akhirnya kondisi dapat dikendalikan setelah adanya sedikit upaya paksa.
Namun, tuntutan warga belum juga mendapat jawaban konkret.
Kondisi yang terjadi di Tolotenga, Kecamatan Woha sebagaimana yang diposting warga setempat dalam rekaman video yang tersebar di sosial media.
Pemuda asal Kecamatan Woha itu mengaku telah bertahun-tahun bersabar menghadapi jalan rusak tanpa kepastian perbaikan.
"Kekecewaan kami memuncak dalam aksi blokade jalan jilid II yang juga berujung pembubaran oleh aparat," tukasnya.
“Janji tinggal janji, jalan tetap rusak,” ungkapnya menambahkan pada postingan video warganet di Facebook dengan nada kecewa.
Dalam sejumlah rekaman video yang beredar, warga terlihat memadati badan jalan, melakukan orasi, hingga menghentikan kendaraan yang melintas.
Aparat tampak berjaga untuk meredam situasi agar tidak meluas. Namun, alih-alih mereda, eskalasi justru berpotensi meningkat.
Warga Tolotenga ada yang diseret paksa dan dibawa oleh sekelompok petugas.
Namun, kondisi paksa petugas dalam mengamankan jalannya aksi. Pihak warga bukannya melemah dari tindakan penanganan fisik yang dilakukan pihak Kepolisian.
Warga bahkan mengumumkan rencana aksi blokade jilid III dalam waktu dekat di Kecamatan Woha, Kabupaten Bima.
Mereka meminta masyarakat pengguna jalan untuk memahami langkah tersebut sebagai bentuk perjuangan atas hak dasar infrastruktur yang layak.
Fenomena ini menjadi sinyal keras bagi pemerintah baik Pemerintah Kabupaten Bima dan Pemerintah Provinsi NTB. Persoalan jalan rusak kini tak lagi sekadar isu teknis, melainkan telah berkembang menjadi krisis kepercayaan publik terhadap komitmen pembangunan.
Jika tidak segera ditangani secara serius dan terukur, bukan tidak mungkin gelombang aksi serupa akan terus meluas di berbagai titik di Bima. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BreakingNews #Bima #KabupatenBima #TenteParado #ToloTenga #JalanRusak #BlokirJalan #AksiWarga #Infrastruktur #NTB #SuaraRakyat
