Dari Kecelakaan hingga Mengundurkan Diri, Kisah Wahid di SPPG Penaraga

 

KOTA BIMA|Selasa, 1 September 2026  — Perjalanan Wahid Zoelfikar sebagai pekerja di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Penaraga berakhir dengan pengunduran diri setelah dirinya mengalami kecelakaan saat menjalankan aktivitas kerja.

Wahid, warga Tanjung RT 07/RW 03, mengaku telah bekerja di dapur SPPG Penaraga selama kurang lebih satu tahun. Saat kejadian, ia bertugas di bagian memasak nasi.

Setelah menyelesaikan tugasnya, Wahid mengaku hendak membantu pekerja lain yang sedang memasak. Saat itulah kompor tiba-tiba meletup.

Menurut Wahid, dirinya secara refleks berusaha membantu mematikan kompor. Namun, selang yang terhubung ke kompor disebut terlepas dan api kemudian menyambar hingga menyebabkan dirinya mengalami luka.

“Saya bagian masak nasi. Setelah selesai, saya mau bantu ibu-ibu masak. Tiba-tiba kompornya meletup,” ungkap Wahid saat menceritakan kejadian tersebut.

Usai kecelakaan, Wahid mengaku dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Namun, menurut keterangannya, ia hanya menjalani perawatan selama beberapa jam sebelum akhirnya dipulangkan.

“Saya dibawa ke rumah sakit, dirawat sebentar, dikasih salep dan obat minum, kemudian dipulangkan,” katanya.

Persoalan Jaminan Kecelakaan Kerja

Setelah kejadian, Wahid mulai mempertanyakan mengenai jaminan kecelakaan kerja, termasuk status kepesertaannya dalam BPJS Ketenagakerjaan.

Ia mengaku sempat menanyakan kartu atau dokumen terkait BPJS Ketenagakerjaan. Namun, menurut Wahid, saat itu dirinya hanya mendapatkan jawaban bahwa persoalan tersebut akan diurus.

Dalam proses selanjutnya, Wahid mengaku harus mengurus sejumlah dokumen, termasuk formulir dan surat keterangan dari fasilitas kesehatan.

Belakangan, terdapat perkembangan setelah Korwil Kota Bima dan Aslap SPPG Penaraga, datang ke rumah Wahid membawa berkas yang berkaitan dengan BPJS Ketenagakerjaan.

Wahid mengatakan dirinya kemudian diarahkan untuk mendatangi rumah sakit guna mengurus surat keterangan dokter dan dokumen pendukung lainnya sebelum proses tersebut dilanjutkan ke BPJS Ketenagakerjaan untuk pengajuan klaim santunan kecelakaan kerja.

Wahid Akhirnya Mengundurkan Diri

Di tengah persoalan tersebut, Wahid memastikan dirinya kini sudah tidak lagi bekerja di dapur SPPG Penaraga.

Sudah nggak, Bang. Saya sudah mengundurkan diri juga.

Ketika ditanya mengenai siapa yang nantinya akan mengurus haknya melalui BPJS Ketenagakerjaan, Wahid mengaku tidak mengetahui secara pasti.

Ia menyebut persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Belum, Bang. Tapi sudah diselesaikan secara kekeluargaan, karena keluarga saya juga nggak terlalu menuntut uang tersebut.

Saat kembali ditanya mengenai haknya di BPJS Ketenagakerjaan, Wahid memberikan jawaban yang menunjukkan dirinya memilih menerima keadaan tersebut.

Nggak tahu, Bang. Saya anggap sedekah saja.

Tetap Berterima Kasih

Meski demikian, Wahid tetap menyampaikan terima kasih kepada Aslap dari pihak SPPG Penaraga, tenaga terkait dan Korwil Kota Bima yang telah datang langsung ke rumahnya membawa berkas serta memberikan penjelasan mengenai proses pengurusan BPJS Ketenagakerjaan.

Bagi Wahid, kedatangan pihak-pihak tersebut setidaknya memberikan perkembangan setelah sebelumnya ia mengaku kebingungan dalam mengurus dokumen terkait kecelakaan kerja.

Kini, persoalan tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan mengenai status kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan mekanisme jaminan kecelakaan kerja bagi pekerja atau relawan di dapur SPPG Penaraga.

Metromini Media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi pihak SPPG Penaraga, Korwil maupun BPJS Ketenagakerjaan terkait proses dan penyelesaian persoalan tersebut.

Redaksi Metromini Media 

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url