Kritik Manajemen Talenta Bima Mengemuka, Agus Salim Soroti Profesionalisme ASN dan Sistem Birokrasi

 

BIMA | Selasa, 18 Agustus 2026 — Sorotan terhadap kondisi birokrasi dan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bima kembali mencuat. Kritik tersebut mengemuka setelah tulisan Agus Salim, pegawai pada Dispenda Kabupaten Bima, berjudul “Manajemen Talenta: Jalan Sunyi Menuju Bima Bermartabat” dimuat di Incinews.net.

Dalam tulisannya, Agus Salim menyoroti pentingnya penerapan manajemen talenta dalam birokrasi. Ia mengkritisi budaya birokrasi yang dinilai berpotensi lebih mengutamakan kepatuhan personal dibandingkan kompetensi, kinerja, dan profesionalisme aparatur.

“Jika kita ingin birokrasi yang hanya patuh, kita akan mencari orang yang paling aman. Sudah saatnya Kabupaten Bima membangun satu budaya baru: bukan siapa yang paling dekat dengan kekuasaan, tetapi siapa yang paling dekat dengan kinerja,” demikian kutipan pernyataan Agus Salim sebagaimana dimuat dalam tulisan tersebut.

Kritik itu kemudian disorot kembali oleh Aminullah Ompu Jenggo melalui unggahan media sosialnya. Ia menyebut tulisan Agus Salim sebagai kritik dari orang yang berada di dalam lingkungan birokrasi pemerintahan Kabupaten Bima.

Menurut Aminullah, persoalan manajemen talenta tidak semata berkaitan dengan mutasi atau promosi jabatan, tetapi menyangkut bagaimana pemerintah menempatkan aparatur berdasarkan kemampuan, integritas dan hasil kerja.

Ia juga mengaitkan persoalan tersebut dengan kualitas pelayanan publik serta kondisi pembangunan di Kabupaten Bima. Namun, sejumlah tudingan mengenai nepotisme dan kualitas tata kelola yang disampaikan dalam unggahan tersebut merupakan pandangan dan kritik penulis, sehingga perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang disebut maupun Pemerintah Kabupaten Bima.

Sorotan semakin tajam ketika Aminullah menyerukan agar momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dijadikan momentum untuk memperkuat pemberantasan korupsi dan pembenahan birokrasi.

Ia meminta masyarakat tidak terjebak pada politik kedekatan, hubungan keluarga, janji proyek maupun kepentingan elite, serta mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola pemerintahan daerah.

Di sisi lain, pernyataan mengenai kemungkinan terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK atau penindakan Kejaksaan Agung terhadap pejabat di Kabupaten Bima merupakan prediksi atau pernyataan Aminullah, bukan informasi bahwa penindakan tersebut sedang berlangsung atau telah dipastikan akan terjadi.

Manajemen Talenta Jadi Ujian Birokrasi

Persoalan manajemen talenta pada akhirnya bermuara pada satu pertanyaan penting: apakah birokrasi Kabupaten Bima akan dibangun berdasarkan kedekatan atau berdasarkan kinerja?

Jika promosi dan penempatan aparatur benar-benar berbasis kompetensi, maka ASN yang memiliki kemampuan dan integritas seharusnya memperoleh ruang untuk berkembang.

Sebaliknya, jika faktor kedekatan lebih dominan, maka risiko yang muncul bukan hanya persoalan karier ASN, tetapi juga menurunnya kualitas pelayanan publik.

Karena itu, kritik Agus Salim layak ditempatkan sebagai bagian dari diskursus publik mengenai reformasi birokrasi di Kabupaten Bima.

Pemerintah daerah memiliki ruang untuk memberikan penjelasan, membantah jika terdapat informasi yang tidak benar, sekaligus menunjukkan kepada publik bagaimana sistem merit, manajemen talenta dan evaluasi kinerja ASN benar-benar diterapkan. (RED)

SUMBER: Agus Salim melalui tulisan “Manajemen Talenta: Jalan Sunyi Menuju Bima Bermartabat” di Incinews.net; unggahan Aminullah Ompu Jenggo. 

METROMINI MEDIA — BERANI & LUGAS

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url