Ketua DPRD Kabupaten Bima Disorot Keras, "soal Serasuba, Narkoba hingga Persoalan PDAM Tak Kunjung Dijawab"

 

BIMA | Jumat, 28 Agustus 2026 — Ketua DPRD Kabupaten Bima, Diah Citra Pravitasari, kembali menjadi sorotan. Sejumlah pertanyaan menyangkut persoalan publik telah disampaikan secara langsung melalui pesan pribadi, namun hingga konfirmasi dilakukan belum terlihat jawaban substantif.

Pertanyaan yang diajukan bukan persoalan sepele. Mulai dari aset Serasuba yang disebut berkaitan dengan penyerahan secara administrasi untuk dipinjam-pakai Pemerintah Kota Bima, persoalan narkoba di Kabupaten Bima, hingga persoalan PDAM dan nasib eks karyawan PDAM.

Dalam tangkapan layar percakapan yang diterima Metromini Media, wartawan juga secara khusus menanyakan:

“Gimana hasil pertemuan dengan eks karyawan PDAM tadi, Bu Ketua?”

Pertanyaan tersebut berkaitan dengan persoalan eks karyawan PDAM yang selama ini menjadi perhatian karena menyangkut hak dan kondisi mereka.

Namun, dari komunikasi yang ditunjukkan, belum tampak adanya penjelasan substantif dari Ketua DPRD Kabupaten Bima terkait hasil pertemuan maupun langkah konkret terhadap persoalan tersebut.

PDAM Jangan Dibiarkan Menggantung

Persoalan eks karyawan PDAM bukan sekadar urusan internal perusahaan. Ketika menyangkut hak pekerja, keputusan pemerintah daerah, serta kondisi perusahaan milik daerah, persoalan tersebut memiliki dimensi kepentingan publik.

Karena itu, masyarakat berhak mengetahui apakah persoalan tersebut telah dibahas, apa hasil pertemuannya, dan langkah apa yang akan dilakukan DPRD Kabupaten Bima.

Sikap diam justru membuat publik bertanya-tanya: ada apa dengan persoalan PDAM sehingga konfirmasi pun tidak mendapatkan jawaban?

Metromini Media tidak sedang menghakimi. Justru sebaliknya, ruang klarifikasi tetap terbuka bagi Diah Citra Pravitasari untuk memberikan penjelasan berdasarkan data dan fakta.

Konfirmasi Tak Boleh Dianggap Gangguan

Dalam percakapan tersebut juga disampaikan kritik keras mengenai kewajiban pejabat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pelayan publik.

“Jangan mau jadi pejabat kalau tidak mengerti tugas dan tanggung jawab.

Kritik tersebut muncul karena pertanyaan yang diajukan menyangkut persoalan masyarakat dan membutuhkan jawaban dari pejabat yang bersangkutan.

Metromini Media menilai, pejabat publik tidak semestinya alergi terhadap pertanyaan.

Jika informasi yang ditanyakan keliru, bantah. Jika belum benar, luruskan. Jika sedang diproses, jelaskan. Jangan biarkan publik hanya mendapatkan keheningan.

Hingga berita ini ditulis, Metromini Media belum menerima tanggapan substantif dari Diah Citra Pravitasari atas sejumlah pertanyaan tersebut.

Redaksi tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak terkait.

Redaksi Metromini Media 

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url