Bima Bermartabat Dipertanyakan, Guntur Mindset Tagih Pembuktian Janji Ady–Irfan

 

KOTA BIMA | Jumat, 28 Agustus 2026 — Visi-misi pemerintahan Kabupaten Bima di bawah kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati Irfan Zubaidy kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kritik datang dari akun Facebook Guntur Mindset yang mempertanyakan sejauh mana janji politik pasangan tersebut telah diwujudkan dalam bentuk program dan hasil nyata bagi masyarakat.

Dalam unggahan yang dipublikasikan Kams, 27 Agustus 2026, Guntur Mindset mengangkat tema “Bima Bermartabat: Visi-Misi Sudah Jadi Kebijakan, Rakyat Menagih Perubahan”.

Sumber tersebut menyoroti visi pemerintahan Ady–Irfan, yakni:

"Bima Bermartabat yang Berkemajuan, Makmur, Tangguh dan Berkelanjutan.”

Menurut unggahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bima telah menetapkan lima misi utama yang mencakup reformasi birokrasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur serta ketahanan pangan, energi dan air, penguatan ekonomi daerah, serta penguatan kehidupan keagamaan.

Guntur Mindset juga menyinggung bahwa dalam Musrenbang 2025 untuk RKPD 2026, visi tersebut disebut dijabarkan ke dalam 5 misi, 18 program unggulan dan 103 kegiatan strategis.

Namun, pertanyaan yang kemudian diajukan cukup tegas:

“Di mana hasil nyatanya?”

Kritik tersebut menilai masyarakat tidak cukup hanya disuguhi dokumen perencanaan, Musrenbang, rapat, kegiatan seremonial maupun slogan. Memasuki 2026, publik dinilai memiliki hak untuk mengetahui capaian konkret dari berbagai program yang telah dijanjikan.

Guntur Mindset juga mengingatkan kembali tujuh program prioritas yang pernah disampaikan pasangan Ady–Irfan pada 3 Maret 2025, antara lain penertiban administrasi keuangan, birokrasi profesional, penghapusan praktik mahar dalam mutasi jabatan, penghapusan intimidasi birokrasi, kebijakan berbasis visi-misi, gagasan besar bagi generasi mendatang, serta birokrasi sebagai pelayan masyarakat.

Diminta Buka Data Capaian

Sejumlah pertanyaan kemudian dilemparkan kepada Pemerintah Kabupaten Bima.

Di antaranya, berapa persen dari 18 program unggulan yang telah terealisasi pada 2026? Kemudian, berapa dari 103 kegiatan strategis yang sudah selesai, sedang berjalan atau bahkan belum dimulai?

Pertanyaan lainnya menyangkut capaian reformasi birokrasi, indikator peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi masyarakat dan komoditas unggulan, hingga ukuran objektif keberhasilan mewujudkan masyarakat Bima yang makmur, tangguh dan berkelanjutan.

Kritik tersebut menegaskan bahwa visi-misi pemerintahan semestinya tidak berhenti sebagai dokumen politik maupun perencanaan, tetapi harus dapat diukur melalui indikator kinerja dan capaian yang terbuka kepada masyarakat.

“Rakyat tidak memilih dokumen RPJMD. Rakyat memilih pemimpin untuk menghadirkan perubahan."

Guntur Mindset juga menegaskan bahwa kritik tersebut bukan dimaksudkan sebagai penolakan terhadap pemerintahan. Sebaliknya, semakin besar janji politik yang disampaikan kepada masyarakat, semakin besar pula kewajiban pemerintah untuk membuka data mengenai realisasinya.

Jika program telah terlaksana, publik dinilai layak mendapatkan data capaian. Jika belum terlaksana, pemerintah perlu menjelaskan kendalanya. Sementara jika masih berjalan, masyarakat berhak mengetahui target, anggaran, lokasi dan progres pelaksanaannya.

2026, Tahun Pembuktian?

Sorotan tersebut pada akhirnya bermuara pada satu tuntutan: pembuktian.

“Bima Bermartabat” tidak boleh berhenti sebagai slogan. Visi tersebut harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang memberikan dampak langsung dan dapat dirasakan masyarakat.

Karena itu, publik kini menunggu keterbukaan Pemerintah Kabupaten Bima mengenai capaian 18 program unggulan dan 103 kegiatan strategis yang menjadi bagian dari penjabaran visi-misi pemerintahan Ady Mahyudi–Irfan Zubaidy.

2026 bukan hanya tahun melanjutkan program. Bagi masyarakat, 2026 adalah momentum untuk mengukur sejauh mana janji politik telah berubah menjadi kenyataan.

Catatan redaksi: sejumlah angka, program, dan pernyataan dalam berita ini merujuk pada unggahan Guntur Mindset. 

Metromini Media menempatkannya sebagai sorotan/kritik publik dan tidak menganggap seluruh tudingan tersebut sebagai fakta yang telah terverifikasi secara independen.

SUMBER: Guntur Mindset, unggahan Facebok, Kamis, 27 Agustus 2026

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url