Keluarga Besar Nenek Ico Resmi Laporkan Dugaan Penghinaan ke Polres Bima
Laporan tersebut disampaikan langsung oleh pihak keluarga ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bima. Selain menempuh jalur hukum pidana, keluarga juga menyatakan akan melaporkan keberadaan FA kepada pihak berwenang lainnya karena yang bersangkutan disebut-sebut sedang berada di luar negeri.
Fathur, salah seorang perwakilan keluarga besar Nenek Ico, mengatakan pihaknya serius mengawal laporan tersebut hingga mendapat penanganan hukum.
"Hari ini kita bersama-sama dengan keluarga besar Nenek Ico resmi laporkan FA di Polres Bima, dan kami juga memastikan akan memasukkan laporan ke pihak yang berwenang menangani keberadaan dia yang sedang di luar negeri dan dugaan memiliki agen penyalur TKI di beberapa negara luar negeri," ujar Fathur, Rabu (26/08/2026).
Berdasarkan informasi yang dimuat kabariBima.net, laporan dugaan penghinaan tersebut langsung mendapat respons dari pihak kepolisian. Sejumlah saksi disebut telah dimintai keterangan, sementara alat bukti yang tersedia juga mulai dikumpulkan untuk kepentingan proses penyelidikan.
"Alhamdulillah, laporan kita diterima dengan cepat dan langsung diproses, beberapa saksi sudah dimintai keterangan menyerahkan alat bukti yang ada," beber Fathur.
Tak hanya di Polres Bima, pihak keluarga juga disebut telah bergerak untuk berkoordinasi dengan Polda NTB. Keluarga meminta aparat kepolisian melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengetahui keberadaan FA yang disebut sedang berada di luar negeri.
"Tidak hanya di sini kita laporkan, di Polda NTB juga ada keluarga yang sudah bergerak di sana, agar bagaimana pihak kepolisian dapat berkoordinasi dengan pihak-pihak lainnya dengan keberadaan FA yang sekarang ini sedang di luar negeri," sebutnya.
Fathur bersama keluarga besar Nenek Ico berharap laporan tersebut ditangani secara serius dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami minta pihak polisi agar menangani kasus ini dengan serius, sehingga si FA itu dapat diberikan hukuman yang tegas," tegasnya.
Dalam pernyataannya, Fathur juga menyampaikan kekecewaan apabila laporan tersebut tidak mendapatkan penanganan serius. Ia bahkan menyebut adanya rencana aksi sebagai bentuk tekanan kepada aparat agar perkara tersebut segera dituntaskan.
SUMBER: kabariBima.net.
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"
