BEM UI Turun ke Jalan, Sampaikan 8 Tuntutan: Dari KKN hingga Intervensi TNI-Polr

 

JAKARTA | Rabu, 19 Agustus 2026 — Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi yang mengusung tema #MerebutKemerdekaan tersebut direncanakan terpusat di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, namun massa mahasiswa dilaporkan dicegat di Jalan Sudirman.

Dalam aksi tersebut, BEM UI menyampaikan delapan tuntutan yang mencakup persoalan tata kelola pemerintahan, ekonomi, pembangunan, otonomi daerah hingga isu keterlibatan aparat dalam ruang sipil.

8 TUNTUTAN BEM UI

1. Menghentikan apa yang disebut sebagai penjajahan negara atas rakyat sendiri.

2. Menghentikan kolusi, korupsi, dan nepotisme (KKN).

3. Mewujudkan reforma agraria sejati.

4. Menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM).

5. Mengevaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN), serta menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

6. Menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), serta mengembalikan otonomi daerah.

7. Menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores yang terdampak bencana serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

8. Menghentikan represivitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta membubarkan Yonif Teritorial Pembangunan (TP).

Soroti Kondisi Rakyat Dan Arah Kebijakan Pemerintah

Delapan tuntutan tersebut menunjukkan bahwa BEM UI tidak hanya menyoroti persoalan politik, tetapi juga membawa isu ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Tuntutan penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM menjadi salah satu sorotan utama. Mahasiswa juga meminta evaluasi terhadap PSN serta penghentian MBG dan KDMP sebagai bagian dari kritik terhadap arah kebijakan pemerintah.

Pada sisi lain, persoalan hubungan pemerintah pusat dan daerah turut menjadi perhatian. BEM UI menolak pemusatan kekuasaan serta pemangkasan TKD dan meminta penguatan kembali otonomi daerah.

Isu penanganan bencana juga masuk dalam tuntutan. BEM UI meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional untuk wilayah Sumatera dan Flores yang terdampak serta mempercepat proses pemulihan.

Sementara itu, tuntutan terakhir secara tegas menyoroti represivitas dan intervensi TNI-Polri di ruang sipil. BEM UI juga meminta pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan.

Aksi Mahasiswa Jadi Sorotan

Aksi tersebut semakin mendapat perhatian setelah beredar video yang memperlihatkan aktivis BEM UI Fatimah Az Zahra menyampaikan orasi di tengah massa.

Di media sosial, sejumlah warganet memberikan dukungan terhadap gerakan mahasiswa dan menyebut mahasiswa sebagai salah satu kekuatan masyarakat dalam memperjuangkan keadilan.

BEM UI melalui aksi tersebut menunjukkan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah masih menjadi bagian dari dinamika demokrasi. Delapan tuntutan yang disampaikan kini menjadi bahan perdebatan publik mengenai arah kebijakan pemerintahan dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

SUMBER: SINDOnews, artikel berjudul “Fathimah Azzahra Pimpin BEM UI Gelar Unjuk Rasa, Sampaikan 8 Tuntutan” | Selasa, 18 Agustus 2026

METROMINI MEDIA — BERANI DAN LUGAS

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url