AMNT Siapkan Pengembangan Elang-Dodo Rinti, KOMANDO Desak Penghormatan Situs Leluhur Masyarakat Dodo
PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) disebut menyiapkan pengembangan kawasan Elang-Dodo Rinti sebagai tahap berikutnya setelah produksi tambang Batu Hijau diperkirakan memasuki masa akhir produksinya pada 2030.
Berdasarkan informasi yang disampaikan dalam unggahan Narasi.media, proyek Elang disebut memiliki cadangan bijih sekitar 2,5 miliar ton, dengan kandungan tembaga sekitar 17,8 miliar pon dan emas 26,4 juta ons. Produksi kawasan Elang disebut direncanakan mulai pada 2031.
Namun, rencana tersebut mendapat perhatian dari masyarakat keturunan asli Dodo yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Dodo atau KOMANDO.
Mereka mendesak agar keberadaan makam leluhur dan berbagai peninggalan sejarah masyarakat Dodo tetap dihormati dalam setiap rencana pengembangan kawasan tersebut.
Ketua Presidium KOMANDO, Dedi Sanjaya, menyampaikan bahwa masyarakat meminta PT AMNT menghormati perjanjian yang telah disepakati pada 2004.
Menurut informasi yang beredar, perjanjian tersebut ditandatangani di Pendopo Bupati Sumbawa dan menyebut adanya kesepakatan antara masyarakat keturunan asli Dodo, Pemerintah Daerah Sumbawa dan PT Newmont Nusa Tenggara, yang kini telah berubah menjadi PT AMNT, terkait aktivitas perusahaan selama masa eksplorasi.
Dedi menegaskan, keberadaan makam leluhur tidak dapat dipisahkan dari sejarah dan identitas masyarakat Dodo.
"Makam leluhur bukan sekadar objek di atas tanah. Makam adalah tempat masyarakat menghormati orang-orang yang telah mendahului kami. Di sanalah hubungan sejarah antara generasi terdahulu dan generasi sekarang terus dijaga,” tegas Dedi.
KOMANDO juga menyebut kawasan hutan Elang-Dodo memiliki sekitar 3.750 kubur leluhur yang selama ini menjadi pusat ritual tahunan masyarakat setempat.
Selain makam leluhur, kawasan tersebut disebut memiliki sejumlah peninggalan lain, seperti masjid, pelataran repulung, kebun aren, pinang, tanaman jati, nangka dan kelapa. Berbagai peninggalan itu dinilai memiliki nilai sejarah, sosial, ekonomi dan budaya bagi masyarakat keturunan Dodo.
Masyarakat berharap rencana pengembangan pertambangan di kawasan Elang-Dodo Rinti dapat berjalan dengan tetap memperhatikan hak, sejarah, situs budaya serta keberadaan makam leluhur masyarakat setempat.
Hingga berita ini ditulis, Metromini Media belum memperoleh keterangan resmi dari pihak PT AMNT terkait tuntutan KOMANDO dan langkah perlindungan terhadap situs-situs yang disebut masyarakat berada di kawasan rencana pengembangan tersebut.
SUMBER: Narasi.media
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"
