Unggahan "Badai NTB Real" Soal Dugaan Jaringan Narkoba di Bima Viral, Pihak yang Dikaitkan Beri Klarifikasi dan Siap Diperiksa

 

BIMA | Jumat, 17 Juli 2026 – Media sosial kembali dihebohkan dengan unggahan akun Badai NTB Real yang memuat dugaan adanya jaringan peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Bima. Unggahan tersebut viral setelah menyebut dugaan alur distribusi sabu, nomor rekening yang diklaim digunakan untuk transaksi, hingga sejumlah nama yang disebut berkaitan dengan jaringan tersebut.

Dalam unggahan itu, akun tersebut mengklaim sabu dikirim dari Mataram menuju wilayah Karumbu melalui jasa ekspedisi maupun angkutan bus. Unggahan juga mencantumkan sejumlah nama, nomor rekening, dan nomor telepon yang diklaim berkaitan dengan transaksi maupun distribusi barang haram tersebut.

Selain itu, akun tersebut secara terbuka meminta perhatian Kapolres Bima Kota dan Kasat Reserse Narkoba Polres Bima Kota agar segera menindaklanjuti informasi yang dipublikasikan.

Unggahan tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian warganet memberikan dukungan kepada pemilik akun agar terus mengungkap dugaan peredaran narkotika, sementara lainnya meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan terhadap informasi yang telah dipublikasikan.

Di tengah ramainya perbincangan, salah satu pihak yang dikaitkan dalam unggahan tersebut, Nurul Fauziah, akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui akun media sosial pribadinya.

Dalam pernyataannya, Nurul membenarkan bahwa dirinya pernah memiliki hubungan dengan seseorang yang disebut dalam unggahan tersebut. Namun, ia menegaskan hubungan itu telah lama berakhir dan saat ini tidak lagi memiliki keterkaitan apa pun.

Nurul membantah tudingan bahwa dirinya menikmati hasil atau terlibat dalam bisnis narkotika. Ia menyatakan, selama menjalin hubungan justru mengalami kesulitan ekonomi dan tidak pernah hidup mewah sebagaimana dugaan yang berkembang di media sosial.

Menurut Nurul, ia tidak memiliki rumah mewah, kendaraan mewah, maupun koleksi emas dalam jumlah banyak. Rumah yang ditempatinya masih berstatus kredit, kendaraan miliknya pernah digadaikan, bahkan ia mengaku sering mengalami kekurangan biaya hidup sehingga harus meminjam uang.

Ia juga menjelaskan bahwa selama menjalin hubungan, transfer dana terbesar yang pernah diterimanya dari orang tersebut hanya sekitar Rp6 juta dan terjadi satu kali pada akhir tahun 2025. Selain itu, ia mengaku hanya pernah menerima kalung emas seberat tiga gram yang kemudian diminta kembali dan telah dikembalikan.

Sebagai bentuk keseriusannya membantah tuduhan tersebut, Nurul menyatakan siap menjalani seluruh proses pemeriksaan apabila diperlukan oleh aparat penegak hukum.

"Saya siap diinterogasi, tes urine, siap dicek mutasi rekening, rekening koran, siap dicek semuanya. Saya bisa jamin kalau saya aman dan bersih dari bisnis haram tersebut," tulis Nurul dalam unggahannya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Polres Bima Kota terkait unggahan viral tersebut maupun klarifikasi yang disampaikan Nurul Fauziah.

Metromini Media menegaskan bahwa seluruh informasi yang beredar di media sosial masih berupa klaim sepihak dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Dugaan tindak pidana hanya dapat dibuktikan melalui proses penyelidikan, penyidikan, dan pembuktian di pengadilan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, pemberitaan ini disajikan dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta memberikan ruang hak jawab kepada seluruh pihak yang disebut ataupun berkepentingan dalam perkara ini. Metromini Media akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dan memuat keterangan resmi dari aparat penegak hukum apabila telah tersedia. (RED)

METROMINI MEDIA

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url