Hasil Lomba Dipersoalkan, Sejumlah Kontingen Protes ke Ketua KONI NTB pada PORPROV XII 2026
MATARAM | Jumat, 17 Juli 2026 – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) XII NTB 2026 diwarnai protes dari sejumlah kontingen terkait dugaan perubahan hasil pertandingan pada cabang olahraga Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI). Persoalan tersebut memicu pertemuan langsung antara perwakilan kontingen dengan Ketua KONI NTB, H. Mori Hanafi, di Kantor KONI NTB, Jumat (17/7/2026) malam.
Dalam dialog tersebut, sejumlah perwakilan kontingen mempertanyakan adanya perbedaan antara hasil pertandingan yang mereka peroleh di arena dengan pengumuman resmi perolehan medali.
Salah seorang perwakilan Kontingen Kota Bima menyampaikan bahwa berdasarkan hasil penilaian yang diterima saat pertandingan, atlet mereka berada di posisi kedua. Namun, ketika pengumuman resmi dilakukan, posisi tersebut berubah menjadi peringkat ketiga.
Di sisi lain, perwakilan Kontingen Kabupaten Sumbawa juga mengaku heran karena sebelumnya tidak masuk daftar peraih medali, tetapi pada pengumuman resmi justru dinyatakan meraih medali perak. Kondisi itu memunculkan dugaan adanya perubahan hasil yang belum dijelaskan secara terbuka.
Menanggapi berbagai keberatan tersebut, Ketua KONI NTB H. Mori Hanafi meminta seluruh kontingen tetap tenang dan menempuh mekanisme penyelesaian sengketa sesuai aturan yang berlaku.
"Kita sudah menerima semua laporan. Jangan digeneralisasi dulu. Kalau memang ada dugaan kesalahan atau kecurangan, kita selesaikan sesuai prosedur. Semua pengaduan dibuat secara tertulis agar menjadi dasar klarifikasi," ujar Mori Hanafi.
Ia menegaskan bahwa setiap cabang olahraga memiliki kewenangan teknis dalam penyelenggaraan pertandingan. Namun, apabila setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan adanya kekeliruan dalam penetapan hasil, maka keputusan tersebut dapat diperbaiki berdasarkan fakta dan data yang valid.
Mori Hanafi juga memerintahkan bidang pertandingan agar segera menghadirkan seluruh pihak yang berkaitan dengan persoalan tersebut, mulai dari pengurus cabang olahraga, panitia pertandingan, hingga tim penilai, agar proses klarifikasi dapat dilakukan secepatnya.
"Kita akan klarifikasi kenapa bisa terjadi perubahan. Kalau memang hasil yang diumumkan tidak sesuai dengan data yang sebenarnya, tentu akan kita perbaiki. Yang terpenting kompetisi berjalan adil, fair, dan menjaga moral para atlet," tegasnya.
Dalam kesempatan itu, ia turut mengimbau seluruh kontingen agar tidak melampiaskan kekecewaan kepada aparat keamanan maupun panitia. Menurutnya, setiap persoalan harus diselesaikan melalui mekanisme resmi dan dialog yang terbuka.
Protes yang terjadi disebut turut memengaruhi kondisi psikologis sejumlah atlet. Beberapa atlet dikabarkan menangis karena merasa hasil yang diperoleh tidak sesuai dengan performa yang mereka tampilkan selama pertandingan.
Hingga berita ini diterbitkan, proses klarifikasi masih berlangsung. Metromini Media masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari Pengurus Provinsi PDBI NTB dan panitia pertandingan terkait dugaan perubahan hasil lomba tersebut, guna memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang. (RED)
METROMINI MEDIA
"Berani & Lugas"
