Dari Bima ke Taliwang, Mutasi Taufik Menyisakan Pertanyaan

 

KOTA BIMA | Sabtu, 12 September 2026 - Mutasi Taufik, guru yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala MTsN 3 Kota Bima, menjadi perhatian. Ia kini harus meninggalkan Bima dan menjalankan tugas sebagai guru biasa di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat (KSB).1

Taufik mulai menjalankan tugas di tempat barunya sejak 10 September 2026. Perpindahan tersebut membuatnya harus menjalani aktivitas kedinasan jauh dari keluarga yang berada di Bima.

Taufik Benarkan Pernah Jadi Petugas Haji 2025

Saat dikonfirmasi Metromini Media, Taufik membenarkan bahwa dirinya memang pernah menjalankan tugas sebagai petugas haji pada 2025.

Namun, ketika ditanya apakah tugasnya sebagai petugas haji tersebut berkaitan dengan keputusan mutasinya, Taufik tidak membenarkan hal tersebut.

Ia juga tidak memberikan alasan pasti mengenai penyebab dirinya dipindahkan dari MTsN 3 Kota Bima ke Taliwang.

Menurut Taufik, persoalan mengenai alasan mutasi merupakan kewenangan pimpinan.

Dengan demikian, Taufik membenarkan statusnya sebagai petugas haji 2025, tetapi tidak membenarkan bahwa persoalan tersebut menjadi penyebab dirinya dimutasi.

Sumber Sebut Ada Persoalan Uang

Di tengah mutasi tersebut, Metromini Media memperoleh keterangan dari seorang sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Sumber tersebut menyebut adanya dugaan persoalan terkait permintaan uang yang dikaitkan dengan H. Zamroni Aziz, yang saat ini menjabat sebagai Kakanwil Kementerian Agama Provinsi NTB.

Informasi dari sumber menyebut, dugaan persoalan tersebut terjadi ketika Taufik menjalankan tugas sebagai petugas haji.

Sumber bahkan menduga Taufik dipindahkan karena disebut tidak memenuhi permintaan uang tersebut.

Namun, informasi ini masih sebatas keterangan sumber dan belum dapat diverifikasi secara independen oleh Metromini Media.

Belum ada bukti yang dapat memastikan bahwa dugaan permintaan uang tersebut benar-benar terjadi maupun bahwa hal tersebut menjadi dasar keputusan mutasi Taufik.

Terlebih, Taufik sendiri tidak menyampaikan tuduhan tersebut ketika dikonfirmasi. Ia hanya membenarkan bahwa dirinya pernah menjadi petugas haji pada 2025 dan menegaskan bahwa alasan mutasinya merupakan kewenangan pimpinan.

Sumber Juga Sebut Pernah Ada Laporan

Sumber yang sama juga menyebut bahwa persoalan yang dikaitkan dengan informasi tersebut sebelumnya pernah dilaporkan kepada aparat penegak hukum, termasuk disebut pernah masuk ke kejaksaan dan Polda.

Namun, Metromini Media masih melakukan penelusuran dan belum memperoleh konfirmasi resmi mengenai substansi, status, serta keterkaitan laporan tersebut dengan mutasi Taufik.

Lebih dari 22 Tahun Mengabdi di Kemenag

Di luar polemik mengenai mutasi tersebut, Taufik memiliki perjalanan pengabdian cukup panjang di lingkungan Kementerian Agama.

Ia telah lebih dari 22 tahun mengabdi sebagai guru di lingkungan Kemenag. Dari perjalanan tersebut, sekitar 5 tahun 2 bulan ia dipercaya menjabat sebagai Kepala MTsN 3 Kota Bima.

Kini, setelah bertahun-tahun bertugas di Bima, Taufik harus melanjutkan pengabdiannya di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat.

Mutasi Masih Menjadi Pertanyaan

Keputusan mutasi tersebut menjadi perhatian karena Taufik bukan hanya berpindah tempat tugas, tetapi juga harus menjalankan pekerjaan jauh dari keluarga di Bima.

Pertanyaan yang kini muncul adalah, apa dasar dan pertimbangan sebenarnya di balik mutasi tersebut?

Apakah mutasi Taufik merupakan bagian dari kebutuhan organisasi, penyegaran, atau terdapat pertimbangan lain?

Hingga berita ini dirilis, Taufik tidak memberikan alasan spesifik mengenai mutasinya dan menyerahkan hal tersebut kepada kewenangan pimpinan.

Sementara itu, Metromini Media masih berupaya mendapatkan penjelasan dari Kakanwil Kemenag NTB Dr. H. Zamroni Aziz, S.H.I., M.H., mengenai dasar dan pertimbangan mutasi tersebut.

Metromini Media membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kakanwil Kemenag NTB maupun pihak lain yang disebut dalam informasi sumber.

Pemberitaan ini disusun berdasarkan hasil konfirmasi kepada Taufik dan informasi dari sumber yang masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Redaksi Metromini Media 

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url