Solusi Distribusi Belum Berdampak, Harga Semen di Kota Bima Masih Bertahan Rp80 Ribu
Sebelumnya, Diskoperindag Kota Bima bersama PT Pelindo Cabang Bima, KSOP Kelas IV Bima, distributor semen, serta sejumlah pemangku kepentingan menggelar rapat evaluasi pada Selasa, 7 Juli 2026, guna mencari solusi atas terganggunya distribusi semen yang memicu kenaikan harga.
Dalam rapat tersebut terungkap bahwa tingginya aktivitas kapal pengangkut jagung menyebabkan kapal pengangkut semen harus mengantre untuk memperoleh jadwal sandar. Kondisi itu membuat proses bongkar muat menjadi lebih lama sehingga menghambat pasokan semen ke Kota Bima dan wilayah sekitarnya.
Selain antrean kapal, peserta rapat juga membahas meningkatnya biaya operasional angkutan laut akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta tarif bongkar muat yang dinilai turut memengaruhi biaya distribusi hingga berdampak pada harga jual semen.
Sebagai solusi, forum menyepakati penyesuaian jadwal bongkar muat antara kapal jagung dan kapal semen, optimalisasi pemanfaatan dermaga, pembukaan jalur distribusi alternatif apabila memungkinkan, serta peningkatan koordinasi lintas instansi agar distribusi berjalan lebih efektif.
Namun, kondisi di lapangan menunjukkan harga semen belum mengalami penurunan. Seorang kontraktor yang juga Sekretaris Gapensi Kota Bima, Angga, mengatakan harga semen hingga Jumat (10/7/2026) masih berada di kisaran Rp80.000 per sak.
"Kenyataannya semen tetap naik di lapangan. Masih di harga Rp80 ribu, sedangkan standar Kota Bima sekitar Rp75 ribu untuk semen Tiga Roda dan Gresik," ujar Angga kepada Metromini Media.
Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa langkah-langkah yang disepakati dalam rapat belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat maupun pelaku konstruksi.
Mereka berharap pemerintah bersama PT Pelindo, KSOP, distributor, dan seluruh pihak terkait segera merealisasikan hasil koordinasi sehingga distribusi kembali normal dan harga semen dapat kembali stabil.
Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih menunggu tanggapan lanjutan dari Diskoperindag Kota Bima, PT Pelindo Cabang Bima, serta distributor semen terkait masih tingginya harga semen di pasaran meski berbagai langkah penanganan telah disepakati. (RED)