Pro-Kontra Penolakan Pasar Malam Sape Ramai di Media Sosial
BIMA | Selasa, 28 Juli 2026 – Keputusan Forkopimcam Sape bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, dan sejumlah elemen lainnya yang menolak penyelenggaraan pasar malam menuai beragam tanggapan dari masyarakat di media sosial.
Sebagian warganet menyampaikan dukungan terhadap keputusan tersebut. Mereka berharap penyelenggara dapat memperoleh rezeki di tempat lain, namun tetap menghormati keputusan yang telah diambil melalui rapat lintas unsur.
Di sisi lain, sejumlah warga menyampaikan pandangan berbeda. Mereka menilai pemerintah seharusnya hanya menindak wahana atau aktivitas yang terindikasi melanggar hukum, seperti perjudian, tanpa harus menghentikan seluruh kegiatan pasar malam.
Salah satu komentar yang ramai mendapat perhatian menyebutkan bahwa penutupan sebaiknya difokuskan pada wahana yang melanggar aturan, sementara aktivitas perdagangan dan hiburan keluarga tetap dapat berlangsung apabila memenuhi ketentuan yang berlaku.
Perbedaan pandangan tersebut menunjukkan bahwa isu pasar malam tidak hanya menyangkut aspek ketertiban dan perizinan, tetapi juga berkaitan dengan dampak ekonomi bagi pedagang serta kebutuhan masyarakat terhadap ruang hiburan.
Meski demikian, keputusan resmi hasil rapat lintas unsur tetap menyatakan bahwa penyelenggaraan pasar malam di Sape dibatalkan dengan alasan pertimbangan perizinan dan ketertiban umum. (RED)
SUMBER: Pantauan komentar warganet di media sosial Facebook, Selasa (28 Juli 2026).
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"

