Polemik Harga Semen Tonasa Terjawab, Gudang Tegaskan Harga Resmi Rp70–71 Ribu per Sak
KOTA BIMA| Sabtu, 11 Juli 2026 – Polemik mengenai harga semen Tonasa di Kota Bima mulai menemukan titik terang. Setelah dilakukan konfirmasi langsung ke Gudang Tonasa oleh Ketua BARDAM NUSA Kota Bima, Bayu Pebuardi, pihak gudang menegaskan bahwa harga resmi semen Tonasa saat ini berada pada kisaran Rp70.000 hingga Rp71.000 per sak.
Harga tersebut merupakan harga gudang dan belum termasuk biaya pengangkutan ke toko maupun ke lokasi proyek. Dengan mempertimbangkan ongkos distribusi, bongkar muat, dan operasional, pihak gudang menilai harga jual di tingkat pengecer sebesar Rp75.000 per sak masih tergolong wajar.
Konfirmasi ini sekaligus meluruskan informasi yang sebelumnya beredar mengenai harga semen Rp65.000 per sak. Berdasarkan hasil penelusuran, angka tersebut merupakan perkiraan dari sumber dan bukan harga resmi yang berlaku di gudang.
Selain memastikan harga, pihak Gudang Tonasa juga menegaskan bahwa stok semen dalam kondisi aman. Berdasarkan dokumen Cargo Manifest dan Bill of Lading yang diperlihatkan saat konfirmasi, tercatat pengiriman 52.000 sak Semen Tonasa PCC kemasan 50 kilogram atau setara sekitar 2.600 ton ke Kota Bima menggunakan KM Permata Sehati.
Pihak gudang menjelaskan bahwa perubahan harga dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain biaya transportasi laut, biaya distribusi darat, serta perbedaan transaksi tunai dan kredit. Karena itu, harga di tingkat toko dapat berbeda dengan harga di gudang.
Dalam kesempatan tersebut, pihak Gudang Tonasa juga meminta agar seluruh pihak mengedepankan verifikasi data sebelum menyampaikan dugaan adanya permainan harga. DPRD Kota Bima diharapkan dapat melakukan pengecekan langsung ke distributor, toko-toko bangunan, maupun koperasi terkait agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat benar-benar berdasarkan fakta.
Gudang Tonasa juga menegaskan tidak memiliki hubungan khusus dengan kontraktor tertentu.
Menurut mereka, fokus utama saat ini adalah menjaga ketersediaan stok agar kebutuhan material pembangunan di Kota Bima tetap terpenuhi tanpa kendala.
Sementara itu, Ketua BARDAM NUSA Kota Bima, Bayu Pebuardi, menyampaikan bahwa hasil konfirmasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian kepada masyarakat mengenai kondisi riil harga dan stok semen Tonasa di Kota Bima.
Redaksi Metromini Media menilai keterbukaan informasi dari pihak gudang menjadi langkah penting untuk meredam polemik yang berkembang. Namun, guna memenuhi asas keberimbangan, tanggapan dari DPRD Kota Bima, kontraktor, maupun pihak terkait lainnya tetap diperlukan apabila persoalan ini berlanjut menjadi pembahasan publik. (RED)
