Keluhan Malika Picu Reaksi Warga Kota Bima, Bau Menyengat Resahkan Warga Rabangodu Utara dan Penaraga
KOTA BIMA | Sabtu, 11 Juli 2026 – Keluhan yang diunggah akun Facebook Malika terkait bau menyengat di sejumlah titik di Kota Bima memicu perhatian dan reaksi luas dari masyarakat. Unggahan tersebut dibanjiri komentar warga yang mengaku mengalami hal serupa, terutama di wilayah Kelurahan Rabangodu Utara dan Penaraga.
Sejumlah warga mengaku bau tidak sedap yang menyerupai bau kotoran tercium di sekitar cabang tiga Masjid Baitul Hamid, Penaraga, kawasan Puskesmas Mpunda, hingga beberapa ruas jalan di sekitarnya. Aroma tersebut dinilai cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang melintas.
Salah seorang warga Kelurahan Tanjung, Bayu, mengatakan dirinya mencium bau yang sangat menyengat saat melintas di cabang tiga Masjid Baitul Hamid, Penaraga.
"Saat lewat di cabang tiga Masjid Baitul Hamid, baunya sangat menyengat, seperti bau kotoran. Cukup mengganggu," ujar Bayu, Jumat, 10 Juli 2026, kemarin.
Keluhan serupa juga disampaikan Aisah Abubakar, yang mengaku mencium bau menyengat saat melintas di depan Puskesmas Mpunda. Sementara Ayu Novika menyebut bau tersebut juga tercium hingga kawasan Jembatan Kendo. Akun Rumah Undangan Miya turut mengaku mengalami hal yang sama.
Di sisi lain, akun Klinik Buah Uyun menduga bau tersebut berasal dari pohon yang sedang berbunga pada musimnya. Namun, dugaan tersebut masih sebatas pendapat warga dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bima maupun instansi terkait mengenai penyebab munculnya bau menyengat yang dikeluhkan masyarakat.
Warga berharap Pemerintah Kota Bima segera melakukan penelusuran di lapangan untuk memastikan sumber bau tersebut. Menurut mereka, jika bau itu berasal dari persoalan lingkungan, saluran pembuangan, atau faktor lain yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, maka perlu segera dilakukan penanganan agar tidak semakin meresahkan warga.
Fenomena ini juga menjadi perhatian publik di media sosial. Warga berharap pemerintah tidak menganggap remeh keluhan masyarakat dan segera memberikan penjelasan resmi agar tidak memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.(RED)
