Kisah Cinta Sang Sultan Bacan di Bima, Jejak Romantis yang Diabadikan dalam Kedaton

 

BIMA | Selasa, 21 Juli 2026 – Sebuah kisah romantis yang telah hidup dari generasi ke generasi kembali mencuri perhatian publik. Cerita tersebut mengisahkan hubungan antara seorang calon Sultan Bacan dengan seorang gadis Bima saat menimba ilmu di Kesultanan Bima pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Salahuddin.

Berdasarkan unggahan Dewi Ratna Muchlisa di Facebook berjudul "Kisah Cinta yang Tak Lekang Oleh Waktu", calon Sultan Bacan dikisahkan datang ke Bima untuk mempelajari ilmu pemerintahan, agama, dan tata kelola kerajaan. Pada masa itu, Kesultanan Bima dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia bagian timur. Sultan Muhammad Salahuddin disebut mendirikan sekolah agama dan sekolah pertanian di berbagai kampung serta mengirim siswa-siswa berprestasi untuk menimba ilmu demi mengabdi kepada Dana Mbojo.

Selama berada di Bima, calon Sultan Bacan tinggal di kawasan Raba, yang saat itu merupakan kompleks tempat tinggal para pejabat kerajaan. Di sanalah, menurut cerita lisan yang berkembang, ia jatuh cinta kepada seorang gadis Bima yang dikenal berparas cantik dan berambut panjang.

Namun kisah cinta itu tidak berakhir bahagia. Sebagai pewaris takhta, ia diwajibkan menikahi putri dari kalangan kerajaan atau bangsawan tinggi demi kepentingan politik dan kesinambungan dinasti. Hubungan cintanya pun harus kandas.

Dikisahkan, untuk mengalihkan perhatiannya dari kisah asmara tersebut, calon Sultan kemudian dipindahkan ke Sumbawa guna melanjutkan pendidikan sebelum akhirnya kembali ke Bacan dan dinobatkan sebagai Sultan.

Menariknya, setelah menjadi Sultan, ia disebut membangun Kedaton Bacan dengan bentuk arsitektur yang menyerupai rumah tempat tinggalnya semasa belajar di Bima. Bangunan itu diyakini menjadi simbol kenangan terhadap masa mudanya di Tanah Mbojo.

Jejak sejarah tersebut masih dapat dilihat hingga kini. Di Kedaton Kesultanan Bacan terpajang foto rumah yang pernah ditempatinya di Raba, Bima, beserta foto dokumentasi Sultan Djabir Syah, Sultan Muhammad Salahuddin (Bima), dan Sultan Muhammad Muksin Syah yang diambil di Makassar pada tahun 1947. Berbekal dokumentasi tersebut, rumah yang dimaksud berhasil ditelusuri dan masih berdiri di kawasan Raba.

Meski demikian, kisah cinta tersebut belum ditemukan dalam dokumen sejarah tertulis. Cerita ini hidup sebagai tradisi lisan yang diwariskan di lingkungan keluarga Kesultanan Bacan dan masyarakat yang mengenalnya.

Terlepas dari statusnya sebagai cerita tutur, kisah ini memperlihatkan eratnya hubungan sejarah antara Kesultanan Bima dan Kesultanan Bacan, sekaligus menghadirkan sisi romantis yang memperkaya khazanah sejarah Nusantara. (RED)

SUMBER: Unggahan Facebook Dewi Ratna Muchlisa berjudul "Kisah Cinta yang Tak Lekang Oleh Waktu", dokumentasi foto Kedaton Kesultanan Bacan, serta penuturan lisan yang disebutkan dalam unggahan. Diakses pada Selasa, 21 Juli 2026.

METROMINI MEDIA

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url