Heboh! Rekaman Diduga Libatkan Oknum Polisi, Dugaan Perlindungan DPO Narkoba Jadi Sorotan Publik


BIMA | Senin,20 Juli 2026 – Beredarnya rekaman suara yang diduga melibatkan seorang oknum anggota kepolisian memicu perhatian publik di Kabupaten Bima. Rekaman tersebut berisi percakapan yang diduga memuat janji perlindungan terhadap seorang tersangka kasus narkotika yang saat ini berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial Firdaus alias Daus (26), warga Desa Talabiu.

Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, terdengar seorang pria yang diduga merupakan oknum polisi meyakinkan lawan bicaranya agar tidak khawatir. Pria tersebut bahkan menyatakan bahwa dirinya bersama pihak lain siap "mengamankan" DPO tersebut hingga kasusnya dinyatakan aman.

Percakapan itu juga menyinggung nama akun media sosial Badai NTB, yang sebelumnya mengunggah informasi mengenai status DPO tersebut. Dalam rekaman, disebutkan bahwa akun tersebut diduga berupaya mendalami dugaan keterlibatan sejumlah pihak dalam perkara narkotika yang tengah menjadi perhatian publik.

Kasus ini menjadi sorotan karena DPO yang dimaksud berkaitan dengan perkara dugaan penyalahgunaan narkotika dengan barang bukti sekitar setengah kilogram sabu di wilayah Talabiu, Kabupaten Bima.

Menanggapi beredarnya rekaman tersebut, Kasatresnarkoba Polres Bima AKP Dediansyah menyatakan pihaknya belum mengetahui keberadaan maupun keaslian rekaman yang beredar. Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya pihak yang mengatasnamakan institusi kepolisian.

Sebelumnya, Satresnarkoba Polres Bima telah menerbitkan surat DPO terhadap pria berinisial F alias D pada 1 Juli 2026. Surat tersebut kemudian beredar di media sosial, hari Kamis, 16/7/2026) disertai informasi bahwa yang bersangkutan diduga terkait perkara narkotika tersebut. 

Namun, informasi mengenai keberadaan DPO yang disebut-sebut berada di Kota Mataram hingga kini belum memperoleh konfirmasi resmi dari pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian mengenai keaslian rekaman suara maupun identitas pihak yang diduga berbicara dalam rekaman tersebut. Selain itu, belum ada pernyataan resmi yang membenarkan dugaan adanya perlindungan terhadap DPO dimaksud.

METROMINI MEDIA mengedepankan asas praduga tak bersalah. Seluruh pihak yang disebut dalam pemberitaan ini tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi, dan berita akan diperbarui apabila terdapat keterangan resmi dari kepolisian maupun hasil penyelidikan yang telah terverifikasi. (RED)

SUMBER: Siar Post | Senin, 20 Juli 2026 (diolah oleh Metromini Media).

METROMINI MEDIA

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url