Hasil Lomba Drumband PORPROV NTB XII Diprotes, Kota Bima Bersama Dua Daerah Layangkan Mosi Tidak Percaya ke PDBI Pusat

 

MATARAM | Minggu, 19 Juli 2026 – Kontroversi hasil perlombaan drumband pada ajang PORPROV NTB XII Tahun 2026 terus bergulir. Kontingen Kota Bima bersama Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi melayangkan mosi tidak percaya kepada Pengurus Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Pusat dan KONI Pusat setelah menilai proses penilaian dan perubahan hasil lomba tidak transparan.

Berdasarkan kronologi yang dihimpun Metromini Media, Tim Drumband Kota Bima mengikuti nomor Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) di GOR Turide, Mataram, pada Rabu, 15 Juli 2026. Pada malam harinya, panitia mengumumkan Kota Bima berhasil meraih medali perak.

Namun, situasi berubah drastis pada Jumat, 17 Juli 2026, sesaat sebelum penyerahan medali di Taman Sangkareang. Official Kota Bima menerima pemberitahuan dari panitia bahwa telah terjadi revisi hasil penilaian. Medali perak yang sebelumnya diumumkan dibatalkan dan Kota Bima dinyatakan tidak memperoleh medali.

Keputusan tersebut membuat para atlet yang telah hadir untuk menerima penghargaan harus kembali ke hotel dengan rasa kecewa.

Sesampainya di hotel, diketahui bahwa kontingen Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Lombok Barat juga mengalami kejadian serupa. Ketiga kontingen kemudian sepakat mendatangi Sekretariat KONI NTB untuk meminta penjelasan.

Sekitar pukul 17.00 WITA, rombongan diterima oleh Sekretaris Umum KONI NTB. Dalam pertemuan itu, mereka meminta agar Ketua KONI NTB dan Ketua Cabang Olahraga Drumband hadir memberikan penjelasan secara langsung.

Pada pukul 19.00 WITA, Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indrawirawan, S.Adm., yang akrab disapa Dae Pawan, bersama tim ikut melakukan dialog dan mendampingi upaya penyampaian keberatan kontingen Kota Bima. Namun, setelah menunggu beberapa jam, persoalan belum juga memperoleh kepastian sehingga suasana sempat memanas.

Baru sekitar pukul 22.00 WITA, Ketua KONI NTB hadir dan menyampaikan bahwa persoalan di cabang olahraga drumband akan segera ditindaklanjuti.

Keesokan harinya, Sabtu, 18 Juli 2026, digelar pertemuan lanjutan bersama pengurus cabang olahraga drumband. Hasilnya tetap tidak berubah. Kota Bima hanya dinyatakan memperoleh dua medali perunggu dari tujuh kategori yang dipertandingkan, yakni pada kategori Putra, Putri, dan Mix.

Merasa tidak mendapatkan kejelasan dan keadilan, kontingen Kota Bima, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Lombok Barat sepakat melayangkan surat resmi sekaligus mosi tidak percaya kepada PDBI Pusat dan KONI Pusat agar dilakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan pertandingan.

Menurut pihak kontingen, salah satu penyebab utama keberatan adalah dugaan adanya juri yang merangkap sebagai pelatih dan pembina salah satu kontingen peserta, sehingga dinilai menimbulkan konflik kepentingan dan berpotensi memengaruhi objektivitas penilaian.

Kontingen berharap PDBI Pusat dan KONI Pusat segera melakukan evaluasi menyeluruh, memberikan penjelasan secara terbuka, serta memastikan proses pertandingan olahraga berlangsung secara adil, profesional, dan bebas dari konflik kepentingan.

Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih berupaya memperoleh tanggapan resmi dari Pengurus PDBI, panitia pertandingan, dan KONI NTB terkait perubahan hasil lomba serta dugaan konflik kepentingan dalam proses penjurian, sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang. (RED)

Metromini Media

Berani & Lugas

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url