Dugaan Pelanggaran Administrasi dan Keputusan Wasit Warnai PORPROV NTB XII, Atlet Minta Penyelenggara Bertindak
MATARAM | Minggu, 19 Juli 2026 – Polemik pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) NTB XII 2026 kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah komentar dari atlet dan pegiat olahraga di media sosial mengungkap adanya dugaan pelanggaran administrasi atlet hingga keputusan wasit yang dinilai merugikan peserta.
Dalam diskusi yang beredar di media sosial, salah seorang pegiat olahraga, Che Dheno, menyoroti cabang olahraga panjat tebing. Ia menyebut terdapat dugaan atlet asal Jakarta mengikuti pertandingan tanpa memenuhi persyaratan administrasi mutasi kependudukan maupun rekomendasi dari cabang olahraga di daerah asal.
Menurutnya, persoalan serupa juga terjadi pada cabang olahraga takraw.
"Kasusnya sama dengan takraw," tulisnya dalam kolom komentar.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini pihaknya mengaku belum melihat dokumen mutasi kependudukan yang menjadi salah satu syarat administrasi. Selain itu, ia juga mempersoalkan keputusan wasit dalam pertandingan takraw yang dinilai tidak mengikuti mekanisme pertandingan.
"Wasit meniup peluit WO yang tidak melewati mekanisme aturan main, memberikan kemenangan WO tanpa melakukan servis pertama," tulisnya.
Komentar tersebut mendapat tanggapan dari jurnalis Metromini Media, Mawardy Agus, yang menyebut bahwa apabila data kependudukan atlet memang telah diproses melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), maka perlu dibuktikan secara administrasi agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah warganet juga menyampaikan rasa prihatin terhadap atlet daerah yang dinilai menjadi pihak yang paling dirugikan apabila dugaan pelanggaran administrasi maupun penerapan regulasi pertandingan benar terjadi.
Polemik ini menambah daftar persoalan yang mencuat selama pelaksanaan PORPROV NTB XII 2026, setelah sebelumnya muncul berbagai keberatan dari sejumlah kontingen terkait hasil pertandingan di beberapa cabang olahraga.
Metromini Media mendorong panitia penyelenggara, KONI NTB, serta Pengurus Provinsi masing-masing cabang olahraga untuk memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan tersebut. Transparansi terhadap dokumen administrasi atlet dan evaluasi terhadap kepemimpinan wasit dinilai penting guna menjaga integritas dan sportivitas ajang olahraga tingkat provinsi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari KONI NTB maupun panitia PORPROV terkait dugaan pelanggaran administrasi atlet dan keputusan wasit yang dipersoalkan dalam komentar tersebut. (RED)
Metromini Media
Berani & Lugas
