Ahli Waris Segel SDN 4 Sape, Beri Tenggat 24 Jam kepada Pemkab Bima untuk Selesaikan Sengketa Lahan

BIMA | Rabu, 22 Juli 2026 – Aktivitas belajar mengajar di SD Negeri 4 Sape, Desa Nae, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima, diwarnai aksi penyegelan oleh pihak yang mengaku sebagai ahli waris lahan pada Rabu (22/7/2026). Penyegelan tersebut disebut sebagai bentuk protes terhadap Pemerintah Kabupaten Bima yang dinilai belum menyelesaikan persoalan status kepemilikan tanah tempat sekolah itu berdiri.

Perwakilan ahli waris menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan milik keluarga almarhum Syafruddin yang diklaim memiliki bukti kepemilikan. Mereka menilai Pemkab Bima belum melaksanakan Keputusan Bupati Bima Tahun 2010 yang, menurut mereka, mengatur penghapusan aset daerah sebagai bagian dari proses tukar-menukar lahan.

Ahli waris menegaskan bahwa tindakan penyegelan bukan bertujuan mengganggu proses pendidikan, melainkan sebagai upaya menuntut kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak kepemilikan tanah yang mereka klaim.

Selain itu, pihak ahli waris meminta Pemerintah Kabupaten Bima segera mengambil langkah penyelesaian dan memberikan tanggapan resmi dalam waktu 24 jam sejak aksi penyegelan dilakukan.

Mereka juga menyatakan akan tetap bertahan di lokasi, termasuk bermalam di area sekolah, apabila dalam batas waktu tersebut belum ada respons maupun penyelesaian dari pemerintah daerah.

Pantauan di lokasi menunjukkan aparat kepolisian turut melakukan pengamanan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Hingga berita ini diterbitkan, situasi di sekitar SDN 4 Sape masih dalam kondisi kondusif meski akses menuju beberapa ruang sekolah sempat ditutup.

Sementara itu, hingga berita ini disusun, Pemerintah Kabupaten Bima, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bima, maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyegelan sekolah maupun tuntutan yang disampaikan pihak ahli waris.

Metromini Media akan terus mengupayakan konfirmasi kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan seluruh pihak terkait untuk memperoleh penjelasan yang berimbang mengenai sengketa lahan tersebut. (RED)

SUMBER: Bima TV NTB dan dokumentasi lapangan.

MetrominiMedia

Berani & Lugas

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url