Jejak Persahabatan Dua Pahlawan: Surat Kyai Haji Muhammad Dahlan untuk Sultan Bima Jadi Bukti Sejarah Perjuangan NKRI
#BIMA — Sepucuk surat bersejarah yang ditulis oleh Kyai Haji Muhammad Dahlan kepada sahabatnya, Sultan Muhammad Salahuddin, kembali menjadi sorotan publik. Dokumen yang tersimpan di Museum Samparaja Bima itu mengungkap eratnya hubungan dua tokoh besar dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Surat yang diperkirakan ditulis sekitar tahun 1949 tersebut menjadi bukti bahwa komunikasi antar tokoh pejuang lintas wilayah tetap terjalin meski di tengah situasi sulit akibat Perang Dunia II, konflik politik, hingga dampak Perjanjian Renville.
Kyai Haji Muhammad Dahlan, yang pernah menjabat Ketua Umum PBNU periode 1944–1947 dan 1954–1956 serta Menteri Agama. Sementara sahabatnya, Sultan Muhammad Salahuddin, ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2025.
“Surat ini membuktikan bahwa jarak bukan penghalang perjuangan. Persahabatan mereka menjadi fondasi kuat dalam menjaga keutuhan bangsa,” demikian makna yang tersirat dari dokumen tersebut.
Dalam isi surat, Kyai Dahlan menyinggung hambatan komunikasi akibat perang dan instabilitas politik, sekaligus menyampaikan harapan agar Sultan tetap membimbing masyarakat melalui dakwah, tabligh, dan penguatan nilai-nilai keagamaan sebagai dasar arah politik bangsa.
Sejarah mencatat, Kyai Dahlan juga pernah berkunjung ke wilayah Bima dan Sumbawa sebagai konsul PBNU. Hubungan keduanya tidak hanya sebatas komunikasi ideologis, tetapi juga dukungan nyata. Bahkan terdapat bukti tertulis bahwa Sultan Muhammad Salahuddin pernah menyumbangkan dana pribadinya untuk mendukung perkembangan Nahdlatul Ulama.
Di tengah tekanan kolonial dan konflik nasional, para pemimpin daerah seperti di Bima, Dompu, Sumbawa, hingga wilayah lain di Nusantara memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keselamatan rakyat. Persatuan kerajaan-kerajaan tersebut menjadi salah satu kunci terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tanpa persatuan kerajaan di seluruh Nusantara, sulit membayangkan Indonesia bisa berdiri sebagai satu negara,” menjadi refleksi penting dari kisah ini.
Keberadaan dokumen di Museum Samparaja tidak hanya menjadi arsip sejarah, tetapi juga pengingat kuat bahwa kemerdekaan Indonesia dibangun atas kolaborasi, persahabatan, dan pengorbanan lintas wilayah.
Media Metromini menilai, kisah ini layak menjadi teladan bagi generasi saat ini: bahwa persatuan, komunikasi, dan nilai perjuangan harus terus dijaga demi keutuhan bangsa. (#RED/AI/Mawardy/ADV)
#SUMBER:
Dokumentasi dan arsip Museum Samparaja Bima
Unggahan akun Facebook Dewi Ratna Muchlisa (05 Mei 2026)
Catatan sejarah tokoh Kyai Haji Muhammad Dahlan dan Sultan Muhammad Salahuddin
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #PahlawanNasional #SejarahIndonesia #Bima #NU #NKRI #PersatuanBangsa







Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.