Pelaku Pembacokan Pelajar di Kota Bima Belum Ditangkap, Ayah Korban Desak Polisi Bertindak
#KOTA BIMA – Lima minggu sejak laporan resmi dilayangkan, kasus pembacokan terhadap seorang pelajar berusia 15 tahun di Cabang Melake, Kelurahan Pane, Kota Bima, belum menunjukkan perkembangan berarti. Keluarga korban mempertanyakan keseriusan penanganan aparat penegak hukum.
Korban, EFA, siswa kelas 3 salah satu SMP Negeri di Kota Bima, menjadi sasaran aksi kekerasan brutal pada Jumat malam, 20 Maret 2026, sekitar pukul 23.30 Wita. Peristiwa itu terjadi di simpang tiga Cabang Melake, Kecamatan Rasanae Barat.
Berdasarkan kronologi, korban saat itu sedang berkumpul bersama lima rekannya. Situasi tiba-tiba berubah mencekam ketika dua orang tak dikenal datang menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax merah. Tanpa banyak bicara, pelaku langsung menyerang dengan senjata tajam.
Salah satu rekan korban lebih dulu menjadi sasaran, sementara pelaku lainnya mengejar EFA. Dalam kondisi panik dan tidak memahami situasi, korban mencoba menahan serangan menggunakan tangan kanannya.
Akibatnya, korban mengalami luka robek serius hingga mengenai tulang tangan kanan serta luka di bagian dada. Ia harus menjalani operasi intensif di RSUD Bima.
Sementara itu, salah satu temannya juga mengalami luka di bagian dada, meski tidak separah korban.
Ayah korban, Muhammad alias Mamed, mengungkapkan bahwa anaknya tidak sempat melarikan diri karena tidak memahami apa yang sedang terjadi.
“Saat yang lain melarikan diri, anak kami tidak tahu apa-apa. Dia tidak lari karena tidak mengerti situasinya saat itu,” ujar Mamed, Kamis (23/4/2026).
Lebih lanjut, Mamed menegaskan bahwa laporan telah disampaikan sejak lima minggu lalu. Namun hingga kini, belum ada kejelasan terkait penangkapan pelaku, meskipun aksi tersebut terekam kamera CCTV.
“Sudah lima minggu laporan kami. Kami mempertanyakan kelanjutan proses hukum ini,” tegasnya.
Ia juga mengaku terpukul melihat kondisi anaknya yang harus menjalani operasi, sementara pelaku masih bebas berkeliaran.
“Luka fisik mungkin bisa sembuh, tapi luka batin kami sebagai orang tua tidak. Anak kami jadi korban tanpa kesalahan,” ungkapnya.
Keluarga menduga aksi tersebut merupakan bentuk premanisme yang salah sasaran. Mereka mendesak aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas.
“Kami berharap pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tambah Mamed.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan penyelidikan kasus tersebut.
(#RED/AI/Agus)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #Kriminal #Pembacokan #Premanisme #KeadilanUntukKorban #PolisiSegeraTangkapPelaku




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.