Terima Aspirasi Soal Galian C Ilegal, Ketua DPRD Kota Bima Dinilai Pencitraan, Publik Pertanyakan Komitmen Pengawasan

KOTA BIMA, Kamis, 2 Juli 2026 – Penerimaan aspirasi Aliansi BEM Nusantara oleh Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, mendapat sorotan dari sejumlah kalangan. Meski DPRD menyatakan siap mengawal delapan tuntutan mahasiswa, komitmen tersebut dinilai harus dibuktikan dengan langkah konkret, khususnya terkait penertiban aktivitas galian C ilegal.

Dalam audiensi tersebut, penertiban galian C ilegal menjadi salah satu poin tuntutan mahasiswa. Namun, di tengah masyarakat muncul kritik yang mempertanyakan konsistensi sikap DPRD. Pasalnya, beredar anggapan bahwa keluarga Ketua DPRD memiliki keterkaitan dengan salah satu usaha galian C di Kota Bima.

"Kalau memang DPRD serius mengawal tuntutan mahasiswa, buktikan dengan mendorong penertiban seluruh galian C ilegal tanpa pandang bulu. Jangan sampai publik menilai ini hanya sebatas pencitraan politik," ujar salah seorang pemerhati kebijakan daerah yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, Rabu, 1 Juli 2026.

Kritik tersebut juga menyoroti bahwa apabila praktik galian C ilegal telah berlangsung cukup lama, maka sebagai lembaga pengawas, DPRD dinilai semestinya telah mengetahui persoalan tersebut dan mendorong langkah penindakan sejak awal.

Selain itu, muncul dugaan di ruang publik bahwa penggunaan material dari galian C yang tidak berizin pada sejumlah proyek dapat berdampak pada potensi hilangnya penerimaan pajak daerah. Dugaan tersebut masih memerlukan pembuktian melalui pemeriksaan oleh instansi yang berwenang dan belum dapat disimpulkan sebagai fakta hukum.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kota Bima, Syamsurih, menyatakan bahwa seluruh aspirasi mahasiswa akan menjadi perhatian DPRD.

"DPRD Kota Bima menerima seluruh aspirasi yang disampaikan. Setiap poin tuntutan akan menjadi bahan pembahasan dan akan kami tindak lanjuti melalui mekanisme yang berlaku, baik melalui rapat kerja, rapat dengar pendapat maupun koordinasi dengan instansi terkait," ujar Syamsurih saat menerima audiensi Aliansi BEM Nusantara, Rabu (1/7/2026).

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua DPRD Kota Bima masih dalam proses dikonfirmasi terkait kritik yang berkembang mengenai dugaan konflik kepentingan tersebut. Redaksi akan memuat hak jawab dan klarifikasi secara proporsional setelah tanggapan resmi diterima. (RED)

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url