Pidato Wali Kota Soal Elpiji 3 Kg Dinilai "Omon-omon", Keluhan Warga Soal Kelangkaan dan Harga Tinggi Terus Bermunculan
KOTA BIMA, Kamis, 2 Juli 2026 – Pidato Wali Kota Bima yang menegaskan akan mencabut izin pangkalan apabila terbukti menjual gas elpiji 3 kilogram di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) justru menuai kritik dari masyarakat. Di media sosial, berbagai komentar bermunculan yang menilai pernyataan tersebut belum diikuti dengan perubahan kondisi di lapangan.
Sejumlah warga mengaku gas elpiji 3 kilogram masih sulit ditemukan di berbagai wilayah Kota Bima dan sekitarnya. Ada yang menyebut keluarganya dari Pulau Sumbawa juga mengalami kesulitan memperoleh gas subsidi tersebut.
Komentar lain mempertanyakan keseriusan pemerintah daerah dalam mengawasi distribusi elpiji. Warga meminta dilakukan inspeksi langsung ke pangkalan-pangkalan yang diduga membatasi penjualan maupun menjual di atas harga yang telah ditetapkan.
Keluhan juga datang dari pelaku usaha kecil. Salah seorang pedagang mengaku terpaksa membeli gas elpiji dengan harga berkisar Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per tabung, sehingga keuntungan usahanya semakin menipis.
Sorotan lainnya datang dari akun media sosial bernama Zulpahmi. Ia mengaku istrinya harus membawa bayi berkeliling Kota Bima selama sekitar dua jam untuk mencari gas elpiji 3 kilogram, namun tidak berhasil mendapatkannya.
"Istriku bawa bayi keliling mencari gas elpiji di Kota Bima dari jam 1 sampai jam 3 sore belum dapat. Panasnya luar biasa. Luar biasa anda pak," tulisnya.
Rangkaian keluhan tersebut membuat sebagian masyarakat menilai pidato Wali Kota hanya sebatas janji atau "omon-omon", karena hingga kini mereka masih merasakan kelangkaan dan tingginya harga gas di lapangan. Penilaian tersebut merupakan opini warga yang disampaikan melalui media sosial.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bima bersama instansi terkait segera melakukan pengawasan menyeluruh terhadap distribusi elpiji subsidi, memastikan stok tersedia di pangkalan, menindak oknum yang melanggar aturan, serta menjamin gas 3 kilogram benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak.
Redaksi Metromini Media akan terus mengawal perkembangan persoalan distribusi elpiji 3 kilogram di Kota Bima dan membuka ruang hak jawab bagi Pemerintah Kota Bima maupun pihak terkait untuk memberikan klarifikasi. (RED)
