Kepala BGN Rangkap Jabatan sebagai Komisaris Pertamina, Tuai Sorotan Publik

JAKARTA – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, menjadi sorotan publik setelah diketahui masih menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero). Rangkap jabatan tersebut memicu beragam tanggapan, termasuk kritik dan sindiran yang ramai beredar di media sosial.

Sorotan salah satunya datang dari pegiat media sosial Reza Sudrajat melalui akun X miliknya. Dalam unggahannya, Reza mempertanyakan alasan satu orang memegang dua jabatan strategis secara bersamaan.

"Serakah banget ya, udah jadi Kepala BGN terus jadi Komisaris Pertamina juga," tulis Reza dalam unggahannya, Kamis (25/6/2026).

Reza juga melontarkan sindiran lanjutan terkait kemungkinan Nanik memperoleh jabatan lain di masa mendatang.

"Nanti mau jadi apalagi? Padahal lebih cocok jadi pemain sinetron," tulisnya.

Nanik S. Deyang sebelumnya ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional menggantikan Dadan Hindayana. Sebelum menduduki jabatan tersebut, ia telah lebih dahulu menjabat sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) berdasarkan SK Menteri BUMN Nomor SK-150/MBU/06/2025 yang diumumkan dalam RUPS Tahunan Pertamina pada 12 Juni 2025.

Dengan demikian, Nanik kini memegang dua posisi strategis, yakni memimpin Badan Gizi Nasional yang mengelola program gizi nasional sekaligus menjadi komisaris di perusahaan energi milik negara.

Kondisi tersebut memunculkan perdebatan di ruang publik. Sebagian pihak mempertanyakan efektivitas dan fokus kerja pejabat yang merangkap jabatan, sementara pihak lain berpendapat rangkap jabatan masih dimungkinkan sepanjang tidak bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari Nanik S. Deyang terkait kritik yang beredar di media sosial. (RED)

SUMBER: BaliExpress.id

TANGGAL: Kamis, 25 Juni 2026

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url