PIMPINAN DPRD NTB “JALAN BARENG” KE PENGADILAN, JADI SAKSI KASUS GRATIFIKASI
#MATARAM — Pemandangan tak biasa terjadi di halaman Pengadilan Tipikor Mataram, Kamis (16/4/2026). Sejumlah pimpinan DPRD NTB datang hampir bersamaan, bahkan disebut berangkat dari rumah dinas yang sama, untuk memberikan kesaksian dalam kasus dugaan gratifikasi yang menyeret lingkungan dewan.
Kehadiran mereka bukan tanpa sorotan. Wakil Ketua I Lalu Wirajaya lebih dulu tiba. Tak lama berselang, Wakil Ketua II Yek Agil dan Muzihir menyusul sekitar pukul 12.35 WITA.
Ketua DPRD NTB, Baiq Isvie Rupaeda, kemudian datang dan bergabung bersama rombongan.
Fakta bahwa para pimpinan ini datang hampir bersamaan memunculkan tanda tanya publik. Terlebih, mereka disebut berangkat dari rumah dinas Ketua DPRD sebelum menuju lokasi sidang.
Sidang sendiri dijadwalkan berlangsung sekitar pukul 13.00 WITA dengan agenda pemeriksaan saksi dari unsur pimpinan DPRD. Sementara itu, tiga terdakwa dalam perkara ini sudah lebih dulu hadir sejak pukul 10.00 WITA.
#Santai di Luar, Serius di Dalam?
Di luar ruang sidang, suasana terlihat cair. Para pimpinan tampak berbincang santai satu sama lain. Namun di dalam ruang sidang, perkara yang dibahas bukan hal ringan—dugaan gratifikasi yang berpotensi menyeret banyak pihak.
Baiq Isvie Rupaeda mengaku siap menghadapi proses hukum.
“Insyaallah siap,” ujarnya singkat dikutip dari wartaone.online, Kamis, 16 April 2026.
Ia juga menyebut telah memberikan keterangan sebelumnya dalam tahap pemeriksaan.
#Fakta Persidangan Mulai Terkuak
Dalam sidang sebelumnya, sejumlah fakta mulai terungkap. Dua politisi PDI Perjuangan, Abdul Rahim dan Suhaimi, mengaku sempat dihubungi pimpinan DPRD NTB untuk bertemu gubernur membahas program Desa Berdaya.
Program tersebut diketahui merupakan bagian dari agenda unggulan pemerintahan Iqbal–Dinda dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Tak hanya itu, Kepala BKAD NTB Nursalim juga mengungkap dugaan penting.
Ia menyebut adanya pemotongan anggaran pokok pikiran (pokir) mantan anggota DPRD yang dilakukan atas arahan pimpinan DPRD saat berada di kediaman Ketua DPRD.
#Arah Kasus Makin Terang
Rangkaian kesaksian ini memperjelas bahwa perkara bukan sekadar dugaan administratif, melainkan berpotensi mengarah pada praktik terstruktur di internal lembaga legislatif.
#Publik kini menunggu:
Apakah kesaksian para pimpinan ini akan membuka seluruh fakta, atau justru menambah lapisan baru dalam pusaran kasus? (#RED/AI/Mawardy)
#SUMBER: wartaone.online (diolah)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#DPRDNTB
#Gratifikasi
#TipikorMataram
#NTB
#Korupsi
#Hukum
