Jalan Langgudu Selatan Disorot, Warga Pertanyakan Prioritas Anggaran
#BIMA — Sorotan publik kembali mengarah pada kebijakan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Bima. Sebuah unggahan yang beredar luas dari akun Damar Damhuji menyebutkan bahwa pengaspalan jalan di wilayah Langgudu Selatan hanya membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar, atau setara 1,5 persen dari total APBD yang mencapai Rp2 triliun.
Pernyataan tersebut memicu reaksi warga. Banyak yang mempertanyakan mengapa kebutuhan yang dinilai mendesak itu belum juga direalisasikan, sementara anggaran daerah dinilai cukup untuk menutup kebutuhan tersebut.
“Kalau memang hanya 1,5 persen, harusnya ini bukan hal sulit. Ini soal prioritas dan keberpihakan,” ujar salah seorang warga, Selasa (21/4/2026).
Jalan di Langgudu Selatan disebut-sebut sudah lama mengalami kerusakan dan berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, mulai dari distribusi hasil pertanian hingga akses layanan dasar.
Di sisi lain, belum ada penjelasan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait alasan belum dilakukannya pengaspalan jalan tersebut.
Minimnya transparansi ini justru memperkuat spekulasi publik tentang pengelolaan anggaran.
Pengamat kebijakan publik menilai, persoalan ini bukan sekadar angka, melainkan soal komitmen pemerintah dalam menempatkan kebutuhan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Anggaran itu uang rakyat. Penggunaannya harus jelas, terukur, dan berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menunggu langkah konkret dari pemerintah daerah. Di tengah kondisi jalan yang terus dikeluhkan, publik berharap janji pembangunan tidak berhenti sebagai wacana. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #Bima #Langgudu #APBD #Infrastruktur #SuaraRakyat
