Bantuan Besar, Kualitas Dipersoalkan: Antara Klaim Prioritas dan Keluhan Warga

 


#Kota Bima - Program Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) terus digulirkan di Kota Bima. Pemerintah pusat melalui Bulog dan Badan Pangan Nasional, bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bima, menyalurkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng per penerima.

Pemerintah Kota Bima juga menambah bantuan 10 kilogram beras melalui Dinas 

Ketahanan Pangan Kota Bima.

Data resmi menyebutkan, program ini menyasar 11.422 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di 41 kelurahan, dengan total distribusi mencapai 228.440 kilogram beras dan 45.688 liter minyak goreng.

Dalam keterangan resmi Prokopim, Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah tekanan fiskal akibat pengurangan anggaran.

“Meski ruang fiskal kita mengalami tekanan, hal itu tidak akan menyurutkan niat pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Namun di lapangan, realitas berbicara lain.

Di sejumlah wilayah seperti Kelurahan Tanjung, Sadia, Kolo, hingga Penaraga, warga justru mengeluhkan kualitas beras yang diterima. Keluhan yang muncul bukan sepele: beras keras, berbau, bahkan ditemukan berkutu.

Umratun Aqila mengaku menerima beras dengan kondisi tersebut di Kantor Kelurahan Sadia, Kamis, 16 April 2026.

“Memang seperti itu beras yang kami dapat kemarin,” ujarnya, Jum'at, 17 April 2026.

Keluhan serupa disampaikan Malika, warga Penaraga.

“Ada kutunya, tidak menempel dan agak berbau. Saya masak dengan daun pandan,” katanya.

Di sisi lain, ada warga yang tetap menerima kondisi tersebut.

Nurul Qomariyah, mengatakan bantuan tetap dimanfaatkan.

“Memang berasnya keras, tapi alhamdulillah masih bisa dimakan,” ujarnya.

Namun Nur Emi menegaskan kritik sebagai bentuk harapan.

“Bukannya tidak bersyukur, tapi berilah yang terbaik untuk masyarakat,” tegasnya.

Kontras antara klaim “prioritas kebutuhan dasar” dan temuan di lapangan menjadi catatan penting. 

Bantuan memang tersalurkan hampir di 41 kelurahan di Kota Bima. Tetapi kualitas menjadi titik lemah yang tak bisa diabaikan.

Sorotan soal pemberian bantuan yang salah sasaran pun dilayangkan warga di Kelurahan Tanjung, Kota Bima.

Warga Tanjunh, Bung Ayat hingga mendokumentasikan dalam video bentuk protes bantuan yang tidak tepat sasaran di Kantor Kelurahan Tanjung, pagi tadi.

Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak terkait mengenai kualitas beras yang dipersoalkan. 

Warga mendesak Bulog Bima dan Dinas Ketahanan Pangan Kota Bima segera turun tangan untuk melakukan pengecekan, penarikan, dan penggantian beras yang tidak layak konsumsi.

Jika kebutuhan dasar jadi prioritas, maka kualitas bukan pilihan—tapi kewajiban. (#RED/AI/Agus)


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #BantuanPangan #CPP #Tanjung #Sadia #Kolo #Penaraga #Bulog #SuaraWarga

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url