Pasien Keluhkan Pelayanan RSUD Bima, Dokter Disebut Datang Pukul 09.00–10.00 WITA

 

KOTA BIMA | Jumat, 28 Agustus 2026 -  Keluhan terkait pelayanan di RSUD Bima kembali menjadi sorotan. Seorang warga, Adi Supriadi Japong, menyampaikan kritik melalui akun Facebook pribadinya terkait waktu pelayanan dokter yang dinilai membuat pasien harus menunggu sejak pagi.

Dalam unggahannya yang dipublikasikan 28 Agustus 2026, Adi menyebut pasien telah datang sejak subuh untuk mengambil nomor antrean dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, menurut keterangannya, dokter baru datang sekitar pukul 09.00–10.00 WITA.

'Subuh-subuh pasien sudah datang dan mengambil nomor antrean demi mendapatkan pelayanan kesehatan. Namun, dokter baru datang sekitar pukul 09.00–10.00 WITA,” tulis Adi Supriadi Japong dalam unggahannya.

Ia juga menyoroti kondisi ketika proses pemeriksaan berlangsung lama. Menurutnya, satu pasien dapat membutuhkan waktu beberapa menit hingga berjam-jam, tergantung kondisi dan kebutuhan medis.

Persoalan yang dipertanyakan adalah ketika waktu telah melewati pukul 12.00 WITA, sementara pasien yang telah menunggu sejak pagi justru disebut diminta datang kembali pada hari berikutnya.

Adi menilai kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi, bukan hanya terhadap pasien, tetapi juga terhadap sistem pelayanan dan manajemen rumah sakit.

“Yang kami minta bukan pelayanan yang mewah. Kami hanya meminta pelayanan yang manusiawi, tepat waktu, transparan, dan berpihak kepada pasien,” tulisnya.

Menurut Adi, pasien datang ke rumah sakit karena membutuhkan pertolongan, pemeriksaan, dan kepastian mengenai kondisi kesehatan. Sebagian pasien, kata dia, bahkan datang dari jauh dengan mengeluarkan biaya transportasi serta harus meninggalkan pekerjaan dan keluarga.


Keluhan tersebut kemudian ditutup dengan seruan agar pelayanan RSUD Bima dievaluasi. Ia menegaskan masyarakat berhak memperoleh pelayanan kesehatan yang layak dan manusiawi.

“RSUD Bima adalah tempat masyarakat mencari pertolongan ketika sedang sakit. Jangan sampai masyarakat yang sudah datang dengan harapan mendapatkan pelayanan justru pulang dengan kecewa,” tulis Adi.

Hingga berita ini disusun, keluhan tersebut merupakan pernyataan dari Adi Supriadi Japong melalui media sosial.

Pihak RSUD Bima belum memberikan tanggapan dalam materi yang menjadi sumber pemberitaan ini. Konfirmasi dari pihak rumah sakit penting dilakukan untuk memperoleh penjelasan mengenai jadwal dokter, sistem antrean, serta alasan pasien yang belum terlayani diminta kembali pada hari berikutnya.

Redaksi Metromini Media 

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url