Aksi 27 Agustus di DPR RI Berujung Ricuh, Massa Dipukul Mundur hingga Pejompongan
JAKARTA | Kamis, 27 Agustus 2026 - Situasi aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis malam, 27 Agustus 2026, berujung ricuh. Aparat kepolisian membubarkan dan memukul mundur massa yang masih - bertahan di sekitar kawasan parlemen.
Berdasarkan sejumlah laporan dari lokasi, situasi mulai memanas pada malam hari. Aparat menggunakan water cannon untuk membubarkan massa. Setelah itu, gas air mata juga ditembakkan sehingga massa berhamburan meninggalkan kawasan depan Gedung DPR RI.
Sekitar pukul 19.15 WIB, massa dilaporkan bergerak dari kawasan Jalan Gatot Subroto menuju Jalan Pejompongan Raya. Sebagian massa juga berlari ke arah flyover Slipi, sementara kelompok lainnya sempat memasuki ruas Tol Dalam Kota.
Aksi pada siang hari sebelumnya berlangsung relatif tertib. Massa Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) datang membawa tuntutan, di antaranya mendesak pengesahan RUU Perampasan Aset dan mendorong penegakan hukum yang lebih keras terhadap pelaku korupsi. Perwakilan massa bahkan sempat diterima untuk menyampaikan aspirasi kepada pihak DPR RI.
Namun, situasi berubah pada malam hari ketika massa di sekitar kawasan DPR RI terus bertambah. Laporan di lapangan menyebut kelompok yang datang belakangan didominasi pelajar. Sejumlah massa memasuki jalur tol dan terjadi ketegangan dengan aparat keamanan.
Polda Metro Jaya sebelumnya mengerahkan 18.504 personel untuk mengamankan aksi di sejumlah titik Jakarta Pusat, termasuk kawasan DPR/MPR RI. Pengamanan dilakukan bersama unsur terkait dengan pendekatan yang sebelumnya disebut humanis dan persuasif.
Dalam perkembangan lain, polisi juga telah mengamankan 65 orang sebelum aksi berlangsung. Kepolisian menyatakan pengamanan tersebut merupakan langkah preventif terhadap dugaan potensi tindakan anarkistis. Sejumlah barang diduga berbahaya turut diamankan, dan polisi masih melakukan pendalaman terhadap pihak-pihak yang diamankan.
Hingga berita ini diperbarui pada Kamis malam, situasi di sekitar Pejompongan masih menjadi perhatian setelah massa dipukul mundur dari kawasan DPR RI. Jumlah korban, kerusakan, serta total massa yang diamankan pasca-kericuhan masih menunggu keterangan resmi terbaru dari pihak berwenang.
Redaksi Metromini Media
"Berani & Lugas"
