Viral! Dugaan Kejanggalan SPMB SMAN 1 Mataram Memanas, Kadis Ditantang Buka Data, Jalur Domisili Jadi Sorotan


 MATARAM | Sabtu, 18 Juli 2026 – Polemik Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memanas. Kali ini, sorotan publik mengarah pada proses penerimaan peserta didik di SMAN 1 Mataram, setelah beredar unggahan di media sosial yang menantang Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga (Dikpora) NTB untuk membuka data penerimaan siswa.

Unggahan yang viral tersebut memuat pernyataan:

"Kadis DIKPORA NTB said: buktikan! Saya: ok! Berikan data lengkap siswa yang lolos SPMB NTB di SMAN 1 Mataram, dalam 1 jam saya berikan laporan kecurangannya."

Unggahan tersebut telah menarik perhatian publik dengan ratusan tanda suka, puluhan komentar, dan puluhan kali dibagikan. Berbagai tanggapan bermunculan. Sebagian warganet mempertanyakan transparansi pelaksanaan SPMB, sementara lainnya meminta agar setiap dugaan dibuktikan melalui data dan mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dalam kolom komentar, sejumlah pengguna media sosial mengaku menduga adanya praktik yang tidak sesuai dengan prinsip penerimaan yang adil. Ada pula yang menyebut isu "titipan" dalam proses penerimaan peserta didik. Namun, hingga kini komentar tersebut masih berupa opini pribadi pengguna media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya.

Seorang alumni SMAN 1 Mataram bahkan berharap informasi yang berkembang tidak terbukti benar karena dikhawatirkan dapat mencoreng nama baik sekolah yang selama ini dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di NTB.

Narasumber: Persoalan Utama Ada di Jalur Domisili

Di tengah ramainya perbincangan publik, Metromini Media memperoleh keterangan dari salah seorang narasumber yang mengikuti perkembangan pelaksanaan SPMB di NTB.

Menurut narasumber tersebut, persoalan yang menjadi sorotan masyarakat bukan semata-mata mengenai siapa yang diterima, melainkan dugaan ketidaksesuaian penerapan jalur domisili.

"Ini terkait perekrutan siswa yang tidak sesuai dengan domisili. Orang-orang yang dekat dengan sekolah banyak yang tidak ter-cover. Persoalan ini terjadi di semua sekolah," ujar narasumber kepada Metromini Media, Sabtu (18/7/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya keresahan masyarakat terhadap implementasi jalur domisili yang dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi calon peserta didik yang tinggal di sekitar sekolah.

Meski demikian, informasi tersebut masih merupakan keterangan narasumber dan memerlukan verifikasi lebih lanjut melalui data resmi serta penjelasan dari penyelenggara SPMB.

Desakan Transparansi

Mencuatnya polemik ini memicu desakan agar pemerintah membuka data penerimaan siswa sesuai ketentuan yang berlaku sehingga masyarakat dapat mengetahui apakah proses seleksi telah berjalan secara objektif, transparan, dan sesuai regulasi.

Transparansi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem penerimaan peserta didik sekaligus menghindari berkembangnya spekulasi yang dapat merugikan berbagai pihak.

Masih Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat data resmi maupun hasil pemeriksaan dari instansi berwenang yang menyatakan adanya pelanggaran atau kecurangan dalam pelaksanaan SPMB di SMAN 1 Mataram. Oleh karena itu, seluruh dugaan yang berkembang di media sosial masih memerlukan pembuktian melalui mekanisme pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Metromini Media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, panitia SPMB, serta pihak SMAN 1 Mataram terkait polemik tersebut. Redaksi membuka ruang hak jawab dan akan memuat penjelasan seluruh pihak secara proporsional sesuai amanat Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. (RED)

SUMBER: Hasil penelusuran Metromini Media, tangkapan layar unggahan Facebook, komentar warganet, serta keterangan narasumber yang diterima redaksi, Sabtu (18 Juli 2026).

METROMINI MEDIA

"Berani & Lugas"

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url