Harga Semen Melonjak di Bima, Kontraktor Khawatir Proyek Pemerintah Tersendat
BIMA|Jumat, 10 Juli 2026 - Lonjakan harga semen di Kabupaten Bima menjadi keluhan para kontraktor dan pelaku usaha jasa konstruksi. Harga yang sebelumnya berkisar Rp60.000 per sak kini dilaporkan mencapai Rp90.000 hingga Rp95.000 per sak, sehingga memicu kekhawatiran terhadap keberlangsungan proyek-proyek pemerintah.
Kenaikan harga material tersebut dinilai berdampak langsung terhadap biaya pelaksanaan pekerjaan. Sementara itu, sebagian besar proyek yang telah dikontrak menggunakan harga satuan lama sehingga tidak dapat langsung disesuaikan dengan kondisi pasar saat ini.
Sejumlah kontraktor mengaku mulai berpikir ulang untuk mengikuti tender pemerintah apabila harga material terus mengalami kenaikan tanpa adanya kebijakan penyesuaian.
"Mana ada perusahaan yang mau kerja kalau harga barang di pasar lebih tinggi dari harga dalam kontrak," ujar salah seorang pelaku usaha konstruksi kepada Metromini Media.
Menurut para pelaku usaha, kondisi ini berpotensi mengurangi minat kontraktor mengikuti lelang proyek pemerintah. Jika dibiarkan, dikhawatirkan akan berdampak pada keterlambatan penyelesaian proyek pembangunan, menurunnya daya saing pelaku usaha lokal, hingga melambatnya perputaran ekonomi di Kabupaten Bima.
Para kontraktor juga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipatif, baik melalui evaluasi harga satuan maupun koordinasi dengan pihak terkait, agar pelaksanaan proyek tidak terhambat akibat lonjakan harga material.
Di sisi lain, para pelaku usaha menunggu langkah nyata dari Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Kabupaten Bima untuk menyampaikan aspirasi dan kondisi yang dihadapi kontraktor kepada pemerintah. Mereka berharap organisasi tersebut dapat menjadi jembatan komunikasi sehingga solusi dapat segera ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih berupaya mengonfirmasi kepada pengurus GAPENSI Kabupaten Bima, distributor semen, serta pemerintah daerah mengenai penyebab kenaikan harga semen dan langkah yang akan diambil untuk mengantisipasi dampaknya terhadap pelaksanaan proyek pembangunan. (RED).