Harga LPG 3 Kg di Ngali Disepakati Rp25 Ribu, Pangkalan Diminta Prioritaskan Kebutuhan Warga

BIMA | Selasa, 14 Juli 2026 - Polemik tingginya harga elpiji subsidi 3 kilogram (gas melon) di Desa Ngali, Kecamatan Belo, mulai menemukan titik terang. 

Setelah sebelumnya dikeluhkan warga karena diduga dijual hingga Rp75 ribu per tabung di tingkat pengecer, kini telah tercapai kesepakatan agar pangkalan menjual gas kepada masyarakat dengan harga Rp25 ribu per tabung.

Informasi tersebut diperoleh Metromini Media dari hasil komunikasi dengan salah satu pihak yang mengikuti pertemuan bersama pemerintah desa dan aparat kepolisian.

Dalam percakapan tersebut dijelaskan bahwa kesepakatan dilakukan dengan sepengetahuan Kepala Desa Ngali dan Kapolsek Belo, yang turut hadir sebagai saksi dalam pertemuan.

Menurut keterangan warga Ngaku, Rahmi, pangkalan di Desa Ngali sebelumnya mengakui pernah menjual elpiji seharga Rp35 ribu per tabung. Namun, dalam pertemuan itu disepakati harga penjualan kepada masyarakat ditetapkan sebesar Rp25 ribu.

Selain penetapan harga, pangkalan juga menyatakan tidak akan menjual elpiji kepada pengecer maupun kios di luar kebutuhan masyarakat Desa Ngali sebelum seluruh kebutuhan warga terpenuhi.

Rahmi menyebut selama ini distribusi gas diduga langsung disalurkan kepada pengecer dan kios sehingga stok di pangkalan cepat habis, sementara masyarakat kesulitan memperoleh gas bersubsidi.

"Keputusannya agar mereka tidak menjual keluar gas yang ada di Ngali sebelum semua kebutuhan gas warga terpenuhi," ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pernyataan tersebut disampaikan secara lisan oleh pihak pangkalan dalam forum pertemuan.

"Pernyataan lisan tadi menyepakati harga Rp25 ribu dan tidak menjual ke pengecer sebelum kebutuhan warga terpenuhi. Itu pangkalan yang bicara," katanya.

Meski demikian, Metromini Media menilai pengawasan dari pemerintah daerah, Pertamina, dan aparat terkait tetap diperlukan agar kesepakatan tersebut benar-benar dijalankan di lapangan serta tidak kembali terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih berupaya memperoleh konfirmasi resmi dari pihak pangkalan LPG, Pemerintah Desa Ngali, Pertamina Patra Niaga, dan instansi terkait mengenai hasil kesepakatan tersebut. (RED)

METROMINI MEDIA

"Berani & Lugas"



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url