Guru SMP di Kota Bima Unggah Dugaan Mutasi Bermuatan Kepentingan, Soroti Peran Tim Sukses Pilkada
KOTA BIMA, Sabtu, 4 Juli 2026 – Seorang guru ASN di Kota Bima, Yunita Mamaupit, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya sekitar 7 jam sebelum berita ini disusun, menyampaikan sejumlah dugaan terkait proses mutasi guru di lingkungan Pemerintah Kota Bima.
Dalam unggahannya, Yunita mengaku menerima informasi dari seseorang yang disebut sebagai anggota tim sukses saat Pilkada mengenai dugaan adanya kepentingan tertentu dalam penempatan seorang guru di SMP Negeri 1 Kota Bima yang disebut sebagai "batu loncatan" untuk menduduki jabatan kepala sekolah.
Yunita juga mengklaim dirinya dipindahkan ke SMP Negeri 2 Kota Bima setelah menolak disupervisi oleh guru yang menurutnya baru bertugas di SMP Negeri 1. Ia mengaku sempat mendapat ancaman akan dipindahkan karena dianggap menghambat rencana tersebut.
Selain itu, Yunita mempertanyakan proses mutasinya yang disebut diajukan pada 25 Mei dan Surat Keputusan (SK) diterbitkan pada 6 Juni. Menurutnya, alasan kekosongan guru di SMP Negeri 2 tidak sesuai dengan kondisi di lapangan karena kegiatan belajar mengajar masih berlangsung dan sekolah tersebut telah memiliki guru IPS terpadu serta tenaga PPPK yang masih menunggu pemenuhan jam sertifikasi.
Meski demikian, Yunita menyatakan telah menerima keputusan mutasi tersebut dengan ikhlas. Dalam unggahannya, ia juga menyampaikan harapan agar pihak-pihak yang menurutnya telah berbuat tidak adil mendapat balasan dari Tuhan.
Hingga berita ini diterbitkan, klaim yang disampaikan Yunita merupakan pernyataan sepihak di media sosial dan belum dapat diverifikasi secara independen. Belum ada tanggapan resmi dari Wali Kota Bima H. A. Rahman H. Abidin, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Bima, maupun pihak-pihak yang disebut dalam unggahan tersebut.
Metromini Media akan berupaya meminta konfirmasi kepada seluruh pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan dan memberikan informasi yang utuh kepada publik.
SUMBER: Unggahan akun Facebook Yunita Mamaupit, Sabtu, 4 Juli 2026.
