Diduga Oksigen Habis Saat Rujukan Laut, Bocah Asal Bima Meninggal Dunia di Atas Kapal


Keluarga Pertanyakan Kesiapan Ambulans, RSUD Bima Belum Beri Klarifikasi Resmi

BIMA | Senin, 13 Juli 2026 - Seorang anak asal Kabupaten Bima, M. Alfa Firdaus, meninggal dunia saat menjalani proses rujukan medis dari RSUD Bima menuju RSUP Provinsi NTB di Mataram.

Peristiwa yang terjadi di atas kapal penyeberangan lintas Poto Tano–Kayangan itu memicu perhatian publik setelah keluarga menduga tabung oksigen yang digunakan pasien habis di tengah perjalanan.

Ibu korban, Warda, mengaku putranya mengalami kejang-kejang saat ambulans masih berada di atas kapal. Menurutnya, keluarga terkejut ketika mengetahui tabung oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan anaknya diduga sudah kosong.

"Katanya oksigen cukup sampai rumah sakit provinsi, tetapi ternyata habis di tengah perjalanan," ungkap Warda sebagaimana dikutip Barometer99.com.

Keluarga juga menduga ambulans yang digunakan merupakan kendaraan pengganti atau pinjaman dengan tabung oksigen yang sebelumnya telah dipakai. 

Dugaan tersebut membuat keluarga mempertanyakan kesiapan fasilitas rujukan, khususnya bagi pasien kritis yang membutuhkan suplai oksigen selama perjalanan panjang menuju Pulau Lombok.

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak RSUD Bima mengenai dugaan habisnya tabung oksigen maupun kondisi ambulans yang digunakan saat proses rujukan berlangsung.

Perawat Diduga Menjadi Korban Penganiayaan

Insiden meninggalnya pasien juga memicu dugaan tindak kekerasan terhadap seorang perawat pendamping berinisial AR. 

Informasi tersebut ramai diperbincangkan setelah beredar unggahan di media sosial yang menyebut perawat tersebut diduga dipukul dan menjadi sasaran kemarahan keluarga pasien setelah korban dinyatakan meninggal dunia di atas kapal.

Unggahan tersebut juga mengajak masyarakat agar tidak terburu-buru menyalahkan tenaga kesehatan atas musibah yang terjadi dan meminta semua pihak menunggu penjelasan resmi dari pihak terkait.

Perlu Klarifikasi Resmi

Kasus ini menjadi sorotan karena menyangkut pelayanan rujukan pasien kritis antar-pulau di Nusa Tenggara Barat. 

Dugaan habisnya pasokan oksigen selama perjalanan maupun dugaan penganiayaan terhadap tenaga kesehatan masih memerlukan penjelasan resmi dari pihak rumah sakit, Dinas Kesehatan, serta aparat penegak hukum agar fakta peristiwa dapat diketahui secara utuh.

Metromini Media akan terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak RSUD Bima, Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, dan instansi terkait sebagai bentuk pemberitaan yang berimbang sesuai Kode Etik Jurnalistik. (RED)

SUMBER: Barometer99.com | Senin, 13 Juli 2026.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url