AHY Restui Bypass Lembar–Kayangan, Gubernur Iqbal: Biaya Logistik NTB Diproyeksikan Turun Signifikan

MATARAM | Minggu, 12 Juli 2026 – Proyek strategis pembangunan jalan bypass yang menghubungkan Pelabuhan Lembar di Lombok Barat dengan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal.

Gubernur Iqbal menyebut pembangunan bypass ini menjadi salah satu solusi utama untuk menekan biaya logistik di NTB. Menurutnya, kelancaran distribusi akan berdampak langsung terhadap peningkatan daya saing komoditas unggulan daerah, seperti sapi, bawang merah, hasil pertanian, dan produk UMKM.

"Jika efisiensi transportasi terwujud, biaya angkut komoditas akan turun signifikan sehingga mampu meningkatkan daya saing ekonomi NTB," ujar Iqbal.

Saat ini, perjalanan dari Pelabuhan Lembar menuju Pelabuhan Kayangan maupun sebaliknya harus melewati kawasan perkotaan Mataram dengan waktu tempuh sekitar 4–5 jam. Kehadiran jalan bypass diperkirakan memangkas waktu perjalanan menjadi sekitar 2 jam.

Pemprov NTB memilih pembangunan jalan bypass dengan estimasi anggaran sekitar Rp3,5 triliun sebagai alternatif dibanding rencana jalan tol senilai sekitar Rp22 triliun. Selain lebih efisien dari sisi anggaran, jalan bypass tetap dapat digunakan masyarakat tanpa dikenakan tarif.

Kepala Dinas PUPR NTB, Lalu Kusuma Wijaya, menjelaskan bahwa pendanaan proyek direncanakan berasal dari APBN dengan penyesuaian sesuai perkembangan teknis dan proses pelaksanaan.

Jalur Strategis

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 50 kilometer itu dirancang memiliki lebar 25–30 meter dengan dua jalur dan empat lajur. Trase direncanakan melintasi wilayah Gerung, Praya, Sengkol, Keruak, Labuhan Haji hingga Pringgabaya.

Selain mendukung konektivitas logistik dan pariwisata, beberapa ruas lurus dirancang memiliki fungsi ganda (dual-use), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai landasan darurat pesawat apabila diperlukan untuk kepentingan pertahanan negara.

Target Pelaksanaan

Pemerintah menargetkan tahapan proyek sebagai berikut:

  • 2026: Penyusunan DED, AMDAL, dan pembebasan lahan.
  • 2027: Dimulainya pekerjaan konstruksi.
  • 2028: Penyelesaian proyek dan mulai beroperasi.

Menko Infrastruktur AHY menyatakan mendukung langkah Pemprov NTB dalam mempercepat pembangunan konektivitas sebagai upaya meningkatkan efisiensi logistik dan pertumbuhan ekonomi daerah. (RED)

SUMBER: Unggahan Dinda Navesa dan keterangan Pemerintah Provinsi NTB.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url