Mencuat Polemik Dana Perjuangan Tim Ady–Irfan, Ilham PKS Kananga Buka Kronologi Bantuan untuk Keluarga Hariman
BIMA – Polemik terkait persoalan dana perjuangan dan bantuan terhadap keluarga Hariman, salah satu koordinator dapil pemenangan pasangan Ady–Irfan di wilayah Bolo dan Madapangga, mencuat ke ruang publik melalui sejumlah unggahan media sosial dan pernyataan terbuka.
Mantan anggota DPRD Kabupaten Bima, Ilham PKS Kananga, melalui keterangan tertulis yang beredar di aplikasi percakapan, menjelaskan kronologi keterlibatan Hariman dalam perjuangan politik pasangan Ady–Irfan.
Menurut Ilham, Hariman merupakan Koordinator Dapil pemenangan Ady–Irfan untuk wilayah Bolo dan Madapangga yang dinilai memiliki kontribusi besar selama proses perjuangan politik.
Ia mengungkapkan bahwa pada masa perjuangan, Hariman menyatakan kesediaannya membantu dana sebesar Rp200 juta. Dana tersebut, menurut keterangan Ilham, diserahkan langsung kepada Ady Mahyudi dan kemudian digunakan untuk kebutuhan tim pemenangan di wilayah Bolo dan Madapangga berdasarkan kesepakatan bersama tim.
Selain itu, Ilham menyampaikan bahwa setelah pasangan Ady–Irfan dinyatakan menang dan sebelum pelantikan, keluarga Hariman mengalami musibah dan membutuhkan dana sebesar Rp100 juta. Atas kondisi tersebut, ia menyampaikan persoalan itu kepada Ady Mahyudi dan kemudian menghadirkan pihak yang bersedia membantu kebutuhan tersebut.
“Dana sebesar Rp100 juta akhirnya diserahkan kepada Ibu Nurmi. Namun hingga saat ini, pekerjaan atau program yang diharapkan oleh penyandang dana tersebut belum juga terealisasi,” tulis Ilham dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).
Ia juga menyebut bahwa Ibu Nurmi kemudian memperoleh keuntungan sekitar Rp85 juta dari pekerjaan pembangunan Posyandu Tambe, berdasarkan informasi yang diterimanya.
Dalam pernyataannya, Ilham mengaku prihatin apabila seluruh bantuan dan pengorbanan yang diberikan selama masa perjuangan hanya dipandang sebagai hubungan utang-piutang yang harus dikembalikan secara penuh.
“Hari ini saya tidak sedang membela siapa pun dan tidak sedang menyerang siapa pun. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa kemenangan tidak lahir dari kerja satu atau dua orang. Di balik sebuah kemenangan ada keringat, pengorbanan, air mata, bahkan harta benda yang dikorbankan oleh banyak orang,” tulisnya.
Sementara itu, dalam unggahan akun media sosial lain, muncul berbagai tudingan dan pernyataan terkait persoalan tersebut. Hingga berita ini diterbitkan, Metromini Media masih berupaya mendapatkan konfirmasi dan tanggapan resmi dari Bupati Bima Ady Mahyudi serta pihak-pihak lain yang disebutkan dalam persoalan ini untuk menjaga keberimbangan informasi. (RED)
