DOKTRIN SESAT JADI MODUS: 50 SANTRIWATI DIDUGA JADI KORBAN PELECEHAN DI PONPES NDHOLO KUSUMO PATI

 


#PATI — Kasus dugaan pelecehan seksual di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo mengungkap modus yang mengkhawatirkan: doktrinasi keagamaan yang disalahgunakan untuk menekan korban.

Pengasuh ponpes, Ashari, diduga memanfaatkan posisinya sebagai tokoh agama dengan membangun citra diri sebagai sosok suci dan istimewa. Ia mengklaim dirinya sebagai “wali” yang memiliki kemampuan luar biasa (khariqul ‘adah) serta mengaku sebagai keturunan nabi.

Dihimpun dari beragam sumber. Klaim tersebut diduga sengaja digunakan untuk menanamkan rasa kagum sekaligus takut kepada para santri, sehingga mereka tunduk tanpa berani mempertanyakan perintah.

"Tidak hanya itu, pelaku juga mengaitkan kepatuhan kepada dirinya dengan janji spiritual. Korban diyakinkan bahwa menuruti perintah kiai adalah bagian dari ibadah dan jalan menuju surga, sementara penolakan dianggap sebagai dosa atau bentuk pembangkangan terhadap Tuhan," tulis terkinidotid, Selasa (5/5/2026).

Tekanan ini membuat para korban berada dalam dilema moral dan keagamaan yang berat, sehingga sulit menolak.

Modus lain yang digunakan adalah intimidasi dan manipulasi psikologis.

Santri yang menolak disebut-sebut diancam akan dikeluarkan dari pesantren, dipermalukan, bahkan rahasianya akan dibongkar.

Pelaku juga kerap menghubungi korban secara pribadi, termasuk pada malam hari, untuk menciptakan situasi yang sepi dan minim pengawasan.

Pengacara korban, Ali Yusron, mengungkapkan bahwa setidaknya 50 santriwati diduga menjadi korban dalam kasus ini.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, hingga kini pihak kepolisian belum melakukan penahanan terhadap Ashari.

Sementara dari pihak Pondok Pesantren Ndholo Kusumo masih diupayakan dimintai tanggapannya.

Kasus ini memicu perhatian publik dan menjadi sorotan serius terkait perlindungan santri serta pengawasan terhadap praktik penyalahgunaan kekuasaan di lingkungan pendidikan keagamaan. (#RED/AI/Mawardy)


#SUMBER: Ali Yusron (Pengacara Korban) di terkinidotid, Kepolisian dan Olahan Redaksi Media Metromini 


📷: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BreakingNews #BeritaHariIni #InfoTerkini

#PelecehanSeksual #KekerasanSeksual #KasusPesantren #Santriwati #StopKekerasan

#Pati #JawaTengah #Indonesia

#LindungiAnak #PerlindunganPerempuan #StopAbuse #JusticeForVictims #SpeakUp

#Viral #Trending #FYP #NewsUpdate #Fakta

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item