Terkait Kasus Dapodik di SDN 19 Kota Bima Pemkot Bima Agendakan Pertemuan dengan Dandim 1608/Bima
#KOTA BIMA — Dugaan kelalaian serius terjadi di SDN 19 Rabangodu Utara, Kota Bima. Enam siswa dilaporkan tidak terdaftar dalam sistem Dapodik, sehingga kehilangan hak mengikuti Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Akibatnya, siswa menjadi pihak yang paling dirugikan.
Lebih mengejutkan, kasus ini tidak pandang bulu. Informasi yang beredar dari akun Carwala Budiman menyebutkan bahwa anak dari anggota TNI (kabarnya anak Dandim 1608/Bima) dan Polri turut menjadi korban, menandakan bahwa persoalan ini bersifat menyeluruh dan bukan kasus individual.
“Ini bukan lagi soal salah input data. Ini menyangkut hak dasar siswa yang diabaikan,” ujar Cakrawala Budiman di Sosmed, Minggu, 5 April 2026.
Menanggapi berita tersebut, beredar kabar Pemerintah Kota Bima telah menjadwalkan pertemuan resmi yang tertuang dalam dokumen tentatif, termasuk agenda audiensi bersama Dandim 1608/Bima, Senin, 6 April 2026 pukul 10.00 WITA bersama Sekda dan Kadis Dikpora Kota Bima.
Informasi yang diberikan akun Cakrawala Budiman di sosial media. Langkah ini dinilai sebagai respons awal atas polemik yang mencuat terkait dugaan kelalaian administrasi di sektor pendidikan.
Namun, publik menilai bahwa penjadwalan pertemuan saja belum cukup menjawab persoalan.
Kasus tidak terdaftarnya sejumlah siswa dalam sistem Dapodik hingga kehilangan hak mengikuti TKA menjadi masalah serius yang membutuhkan solusi konkret, bukan sekadar forum diskusi.
Masyarakat kini menaruh harapan besar agar pertemuan tersebut tidak berhenti pada seremonial semata.
Transparansi dan keberanian mengambil keputusan menjadi hal yang sangat dinantikan.
“Yang dibutuhkan bukan hanya rapat, tapi hasil. Siapa yang bertanggung jawab dan bagaimana solusi untuk siswa harus jelas,” ungkap Sumber media ini, Minggu, 5 April 2026.
Desakan pun menguat agar Pemkot Bima:
#Mengungkap fakta secara terbuka
#Menetapkan pihak yang bertanggung jawab
#Menjamin hak siswa yang terdampak tetap terpenuhi
Momentum ini dinilai sebagai ujian keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan pendidikan.
Jika tidak ditindaklanjuti secara konkret, maka agenda yang telah disusun berpotensi dianggap sebagai formalitas administratif tanpa dampak nyata.
Masalah pendidikan bukan sekadar urusan teknis, tetapi menyangkut masa depan generasi. Keterlambatan dan kelalaian tidak boleh lagi terjadi. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #KotaBima #PendidikanNTB #Dapodik #HakSiswa #TKA #TransparansiPendidikan
#HakSiswa #PemkotBima #EvaluasiPendidikan #Transparansi




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.