Remaja Jadi Korban Panah, Aksi Brutal Gegerkan Warga Woha
#KABUPATEN BIMA — Aksi kekerasan kembali mengguncang wilayah Kabupaten Bima. Seorang remaja menjadi korban penganiayaan menggunakan busur panah pada Sabtu malam, 4 April 2026, sekitar pukul 22.20 WITA.
Peristiwa terjadi di jalan lintas Desa Rabakodo–Tente, tepatnya di depan SDN Inpres Rabakodo, Kecamatan Woha.
Korban diketahui terkena anak panah di bagian kepala, memicu kepanikan warga sekitar yang langsung memberikan pertolongan darurat sebelum dilarikan untuk penanganan medis.
Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku diduga dengan sengaja melancarkan serangan menggunakan busur panah—senjata yang belakangan ini kerap digunakan dalam aksi kriminal di wilayah Bima dan sekitarnya.
Foto yang beredar menunjukkan kondisi korban saat mendapatkan penanganan, dengan anak panah masih menancap di sisi kepala. Tenaga medis terlihat sigap melakukan tindakan awal untuk menyelamatkan korban.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku maupun motif di balik aksi brutal tersebut.
Namun, kejadian ini kembali menegaskan lemahnya pengawasan terhadap peredaran senjata rakitan di tengah masyarakat.
Warga mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan menindak tegas siapapun yang terlibat.
Aksi kekerasan dengan busur panah dinilai sudah sangat meresahkan dan mengancam keselamatan publik, terutama generasi muda. (#RED/AI/Mawardy)
#SUMBER: FB. Syarif
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BimaDarurat #PanahLiar #KriminalitasBima #Woha #NTB #HukumTegas




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.