KEPALA DESA PANDAI BANTAH INTERVENSI: “TIDAK ADA CAMPUR TANGAN DI GUDANG BULOG!”

 


#BIMA, NTB – Isu dugaan intervensi pemerintah desa dalam proses pembongkaran jagung di Gudang Bulog Desa Pandai, Kecamatan Woha, akhirnya dijawab tegas oleh Kepala Desa Pandai, Syahir Maha Putra, S.Pd.

Syahir memastikan, seluruh proses pembongkaran hasil panen jagung sepenuhnya berada di bawah kewenangan pihak Bulog bersama petugas teknis di lapangan. 

Ia membantah keras tudingan adanya campur tangan pemerintah desa dalam mekanisme tersebut.

“Saya tegaskan, tidak ada intervensi dari pemerintah desa. Semua berjalan sesuai mekanisme yang sudah ditentukan oleh pihak Bulog,” tegasnya dikutip dari zonakasus.com, Jum'at, 10 April 2026.

Lebih lanjut, Syahir menanggapi isu adanya kendaraan tertentu yang disebut mendapat prioritas dalam antrean. Ia meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pengelola gudang, karena pemerintah desa tidak memiliki kewenangan dalam pengaturan nomor antrean maupun jadwal pembongkaran.

Namun, dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan indikasi praktik yang tidak sesuai dengan sistem antrean. Salah satunya, penggunaan satu nomor antrean untuk dua kendaraan, hingga pengambilan nomor tanpa kehadiran kendaraan.

“Kami turun langsung bersama Ketua BPD untuk memastikan kondisi di lapangan. Ada indikasi permainan oleh oknum pengepul,” ungkapnya.

Meski demikian, Syahir mengakui adanya perlakuan khusus bagi petani Desa Pandai. Namun, hal itu hanya berlaku pada waktu lembur, bukan pada jam operasional normal.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama antara pengelola gudang, pemilik jagung, sopir, dan pihak keamanan—bukan keputusan sepihak pemerintah desa.

“Ini bukan untuk kepentingan pribadi kepala desa, tapi untuk warga Desa Pandai sebagai wilayah setempat,” jelasnya.

Sebagai langkah penyelesaian, Syahir membuka ruang dialog bagi para petani yang merasa dirugikan. Ia menilai, persoalan ini harus diselesaikan secara terbuka dengan melibatkan semua pihak, termasuk pengelola gudang, aparat keamanan, hingga pemerintah kecamatan.

Syahir juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, serta memastikan setiap informasi yang beredar telah terverifikasi.

Ia berharap persoalan ini tidak berkembang menjadi isu liar di tengah masyarakat dan dapat diselesaikan secara transparan melalui dialog bersama. (#RED/AI/Agus)


#BACA JUGA:

Diduga Ada Keistimewaan Antrian, Petani Jagung Mengeluh Biaya Membengkak

#LINK:

https://www.facebook.com/share/p/1ND5Hs2wHt/

📸: Dok. Metromini Media/AI

#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #BimaNTB #Bulog #Jagung #Petani #Woha #Transparansi #FaktaLapangan #BeritaLugas

Related

Desa Pandai 8969765544671329566

Posting Komentar

Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.

emo-but-icon

IKLAN STIE BIMA

 


FANSPAGE METROMINI

METROMINI VIDEO



Arsip Blog

Ikuti Tweet Metromini

item