Diduga Ada Keistimewaan Antrian, Petani Jagung Mengeluh Biaya Membengkak
#BIMA — Keluhan petani jagung kembali mencuat di wilayah Desa Pandai, Kecamatan Woha, Kabupaten Bima. Sejumlah warga mengaku mengalami kerugian akibat sistem antrian bongkar muatan di gudang pupuk yang terletak dekat dengan Pom Bensin di Desa Pandai, yang dinilai tidak adil.
Informasi ini mencuat dari unggahan akun Facebook Syarif, yang menyebut adanya dugaan perlakuan khusus terhadap oknum tertentu dalam proses bongkar jagung di lokasi gudang.
Dalam unggahan tersebut, disebutkan bahwa kepala desa diduga memiliki jatah dua kendaraan setiap hari untuk bongkar muatan tanpa harus mengikuti nomor antrian.
Sementara itu, warga lain harus menunggu hingga berhari-hari di pinggir jalan.
“Warga atau sopir bisa menunggu hingga lima hari hanya untuk mendapatkan giliran bongkar,” tulisnya, Jum'at, 10 April 2026.
Akibat lamanya waktu tunggu, para petani terpaksa menanggung biaya tambahan sewa kendaraan. Dalam satu hari, biaya tambahan bisa mencapai Rp500 ribu jika muatan belum sempat dibongkar. Jika menunggu hingga lima hari, total kerugian bisa menembus Rp2 juta.
Kondisi ini dinilai sangat memberatkan, terutama bagi petani kecil yang bergantung pada hasil panen jagung.
Tak hanya itu, dalam unggahan tersebut juga disorot dugaan keterlibatan kepala desa dalam pengaturan teknis di lapangan, termasuk pencatatan nomor kendaraan dan pengaturan proses bongkar muatan.
“Bukannya mengurus warganya, malah ikut mengatur seperti tukang parkir,” tulisnya.
Sejumlah komentar warganet juga mempertanyakan transparansi dan penggunaan kewenangan di tingkat desa. Bahkan, ada yang menduga praktik tersebut berpotensi menimbulkan keuntungan pribadi.
Masyarakat berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang agar sistem antrian lebih adil dan tidak merugikan petani.
Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin para petani akan menempuh jalur hukum dan melaporkan dugaan penyalahgunaan kewenangan kepada aparat penegak hukum (APH).
Sementara pihak Kepala Desa Pandai masih dikonfirmasi terkait sorotan ini. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia #BeraniDanLugas #PetaniJagung #Bima #Woha #DesaPandai #AntrianBongkar #KeadilanPetani #DugaanPenyalahgunaanWewenang




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.