Aksi “38 Miliar” Memanas, DPRD NTB Bungkam: Rakyat Ancam Turun Lagi
#MATARAM, 13 April 2026. Gelombang protes terhadap dugaan pemborosan anggaran di DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kian memanas. Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat turun ke jalan, Senin (13/4/2026), menuntut transparansi atas anggaran makan-minum dan jamuan tamu Sekretariat DPRD NTB yang tembus lebih dari Rp38 miliar.
Aksi dimulai dari kawasan Islamic Center Mataram sekitar pukul 10.00 WITA. Massa kemudian melakukan long march menuju Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
#Sorotan Tajam: Anggaran Tak Masuk Akal
Dalam orasinya, Ketua PEKAT IB NTB, Ziyad, menegaskan bahwa publik berhak mengetahui secara detail penggunaan anggaran tersebut.
“Kami minta audit total! Dana reses dan sosialisasi Perda nilainya hampir sama, ini tidak logis. Harus dibuka ke publik,” tegasnya dari atas mobil komando.
Aliansi menilai, selama ini ada pos anggaran yang luput dari pengawasan publik dan berpotensi menjadi celah penyalahgunaan.
Kontras dengan Realitas Rakyat
Direktur NasPol NTB, Ardiansyah, menyampaikan kritik keras. Ia menyebut angka Rp38 miliar untuk konsumsi sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi masyarakat.
“Ratusan ribu rakyat NTB masih hidup miskin, infrastruktur banyak yang rusak, pengangguran meningkat. Tapi dewan justru ‘pesta’ anggaran. Ini pengkhianatan,” ujarnya lantang.
Ia juga menyinggung isu dugaan gratifikasi yang disebut-sebut menyeret sejumlah anggota DPRD NTB.
Menurutnya, besarnya anggaran konsumsi menjadi “tameng rapuh” di tengah krisis kepercayaan publik.
#DPRD Bungkam, Massa Naik Pitam
Ketegangan meningkat saat massa mengetahui tidak satu pun pimpinan DPRD NTB menemui mereka. Sikap ini memicu kekecewaan dan kemarahan demonstran.
Koordinator Lapangan, Firmansyah, menilai DPRD menunjukkan sikap abai terhadap rakyat.
“Kalau hari ini mereka tidak mau menemui rakyat, itu tanda mereka takut. Kami pastikan aksi lanjutan akan lebih besar. Ini baru awal,” tegasnya.
#Hanya Diterima Sekretariat
Setelah negosiasi dengan aparat, perwakilan massa akhirnya diterima oleh Kabag Umum DPRD NTB. Pihak sekretariat berjanji akan meneruskan seluruh tuntutan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) dan pimpinan DPRD.
Namun bagi massa, jawaban tersebut belum cukup.
#Ancaman Aksi Jilid Dua
Aksi ditutup sekitar pukul 13.00 WITA secara tertib. Meski demikian, Aliansi Rakyat Menggugat menegaskan akan terus mengawal isu ini dan siap kembali turun ke jalan jika tidak ada respons konkret.
Metromini Media mencatat: ini bukan sekadar soal angka Rp38 miliar, tetapi soal kepercayaan publik yang kian tergerus. (#RED/AI/Mawardy)
📷: Dok. Metromini Media/AI
#MetrominiMedia
#BeraniDanLugas
#DPRDNTB
#Aksi38Miliar
#TransparansiAnggaran
#NTBMenggugat
#RakyatBersuara
#AuditTotal
#LawanPemborosan
#NTBBersih




Silahkan berkomentar secara bijak dan sesuai dengan pembahasan tulisan.